Harianrakyataceh.com – Gerakan sosial lembaga kemanusiaan Eddie Foundation kembali menarik perhatian publik. Kali ini, organisasi nir-laba yang dibidani master bidang perdamaian dan resolusi konflik, Dr(Cn). Teuku Eddy Faisal Rusydi, SHI., M.Sc., CM., CTT. (K)., menorehkan sejarah baru bagi peradaban masyarakat Aceh dengan membangun salah satu prasasti kuno di Gampong Babah Juroeng, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.

Dalam kesempatan itu, Direktur Eddie Foundation bersama relawan disambut hangat oleh tokoh masyarakat Krueng Panjoe dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan dan pemugaran makam salah seorang raja abad ke 15 Masehi, Jumat (15/1).

Menurut keterangan Keuchiek Gampong Babah Juroeng Mahdi Alamsyah, makam tersebut pernah dikunjungi oleh para peneliti sejarah dari Turki dan Jepang, akan tetapi sampai dengan saat ini belum dapat diidentifikasikan secara pasti asal usul prasasti kuno tersebut.

Mahdi Alamsyah juga menyampaikan bahwa sejak tahun kemarin makam itu ingin dipugar oleh masyarakat setempat, namun Alhamdulillah akhirnya situs bersejarah tersebut dibangun dan dipugar oleh lembaga kemanusiaan Eddie Foundation.

“Masyarakat Krueng Panjoe sangat berterima kasih kepada Direktur dan relawan Eddie Foundation yang bersedia membangun dan memugar prasasti kuno itu. Saat ini, susah ditemukan lembaga yang mau peduli terhadap sejarah Aceh, kami sangat bangga dan berterima kasih kepada lembaga Eddie Foundation,” ujar Mahdi Alamsyah.

Ditempat yang sama, Kepala MTsN 11 Bireuen Drs. Rusydi, M. Ag menuturkan, prasasti kuno tersebut terdapat dalam Komplek pekarangan sekolah yang dipimpinnya, berdasarkan ciri-ciri fisik batu nisan dapat di pastikan batu pahat tersebut adalah batu abad ke 15 Masehi.

Tgk Muhammad Isa, S. Ag salah seorang tokoh masyarakat Krueng Panjo juga sangat berterima kasih kepada lembaga Eddie Foundation yang sudah bersedia membangun dan memugar situs sejarah Aceh tersebut serta meminta tenaga ahli peneliti Eddie Foundation untuk membuat dokumentasi narasi sejarah serta membukukan sejarah kejayaan Kuta Meuse terkhusus makam yang sedang di bangun. Menurut prediksi berbagai tokoh daerah itu, situs tersebut merupakan makam salah seorang raja yang hidup pada abad ke 15 Masehi.

“Iya, kami sangat berterimakasih kepada lembaga kemanusiaan Eddie Foundation yang telah membangun dan memugar prasasti bersejarah ini, selanjutnya kami juga mohon bantuan Eddie Foundation untuk membuat narasi sejarah atas situs ini sehingga dapat diketahui secara pasti asal usul sejarah kejayaan Aceh masa lalu sebagai suatu pembelajaran buat generasi sekarang maupun akan datang,“ tegas Tgk. M. Isa yang juga salah seorang Komite sekolah MTsN 11 Bireuen.

Permintaan tokoh masyarakat Krueng Panjoe seketika di amini Direktur Eddie Foundation untuk membuat dokumentasi narasi sejarah atas situs bersejarah itu.

Eddie Foundation sendiri merupakan organisasi nir-laba yang salah satu konsentrasinya adalah pemeliharaan cagar budaya, situs bersejarah, prasasti kuno dan warisan peninggalan keemasan Islam di Aceh dan Nusantara. (akh/rif)