Vaksin Covid-19 Dinilai Bukan Solusi Untuk Masyarakat Umum

Harianrakyataceh.com – Maraknya polemik vaksin covid-19 yang diluncurkan Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. H. Joko Widodo pada Rabu (13/1), Pemerintah Provinsi diberbagai daerah mulai menggelar suntik vaksin Covid-19. Mirisnya, semua warga wajib di vaksin, dan jika menolak akan di penjarakan dan di denda.

Menanggapi polemik ini, Ketua Yayasan Raisul Fikri Aceh, Khairul Azmi, M.Pd., kepada Rakyat Aceh, Senin (18/1) mengatakan, mewajibkan penyuntikan vaksin covid 19 kepada masyarakat umum merupakan tindakan yang kurang tepat, karena tidak semua warga terjangkit virus corona. Vaksin itu solusi konkrit untuk mereka yang dinyatakan positif covid 19, bukan untuk masyarakat yang tidak terjangkit.

Menurutnya, pasien yang divonis positif covid 19 dibenarkan memilih layanan kesehatan yang diinginkannya, sebagaimana tertera di Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 5 ayat 3 yaitu, setiap orang berhak secara mandiri dan bertanggung jawab menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan baginya. Jadi pasien positif covid 19 memiliki hak memilih dan menentukan kesehatannya asalkan tidak mengganggu kesehatan masyarakat lain.

“Mewajibkan penyuntikan vaksin covid 19 kepada semua masyarakat umum dinilai pemaksaan, bahkan ada beberapa stetmant pejabat pemerintahan yang menyebutkan jika menolak suntik vaksin maka mendapatkan hukuman dipenjarakan dan didenda. Ini sudah mengarah kepada pelanggaran HAM. Pemerintah harus merevisi kembali kebijakannya yang mewajiban penyuntikan vaksin ini, apalagi vaksin yang dipaksakan untuk masyarakat yang tidak terjangkit covid 19,” tegas Tgk Khairul.

Ia menambahkan, berapa banyak berita dalam dan luar negeri yang menyebutkan akan efek samping dari vaksin. Apalagi jika vaksin ini disuntik pada masyarakat, dari sebelumnya tidak terjangkit covid 19 hingga terpapar covid 19 atau bahkan ada yang lumpuh dan mati.

“Perlu dipahami juga, vaksin covid 19 belum tentu cocok dengan tubuh orang tertentu. Ada orang yang alergi dengan vaksin dan adapula orang yang cocok dengan vaksin tersebut. Belum lagi kita membahas beberapa kategori vaksin dengan harga dan kualitasnya, ini juga menjadi problem. Jadi, mewajibkan suntik vaksin untuk seluruh masyarakat Indonesia harus benar-benar dipertimbangkan,” ujar putra kelahiran Gandapura ini.

Menutup stentmennya, Khairul menambahkan bahwa dalam memutuskan terjangkitnya penyebaran virus covid 19 bagi pasien positif, tentu salah satu solusinya adalah suntik vaksin. Akan tetapi, pemerintah harus benar-benar cerdas dalam mempertimbangkan hal ini. Jangan malah menambahkan malapetaka untuk negeri yang kita cintai. (akh/rif)