Tim Tabur Kejati Aceh Tangkap Dua DPO

Tim tabur Kejati Aceh dan Kejari Aceh Besar saat mengiring DPO Mustafa Ikram bin Maimun, yang melakukan tindak pidana pemerkosaan. IST/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Tim tabur tangkap buronan (tabur) Kejaksaan Tinggi Aceh, Senin (18/1), bersama tim Kejari Bireuen dan Kejari Aceh Besar, menangkap dua DPO yang telah berkekuatan hukum dengan kasus yang berbeda.

Kasi Penkum Kejati Aceh, H Munawal Hadi SH MH mengatakan, DPO pertama atas nama Samsul Bahri bin M Abet, ditangkap oleh tim tabur Kejati Aceh dan tim tabur Kejaksaan Negeri Bireuen sekitar pukul 10.45 WIB bertempat di Desa Beunyot, Kecamatan Juli, Bireuen.

“Terdakwa Samsul Bahri Bin M Abet terbukti melakukan penganiayaan dan melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Bireuen yang telah berkekuatan hukum tetap No 191/Pid.B/2017/PN-Bir tanggal 25 Oktober 2017, diputus pidana penjara selama 1 (satu) bulan 15 (lima belas) hari,” kata Munawal.

Sedangkan DPO kedua yang berhasil ditangkap atas nama Mustafa Ikram bin Maimun, sekitar pukul 11.00 WIB oleh tim tabur Kejaksaan Tinggi Aceh bersama tim tabur Kejaksaan Negeri Aceh Besar.

Katanya, Mustafa Ikram bin Maimun yang masuk dalam DPO Kejaksaan Negeri Aceh Besar berdasarkan Surat Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar Nomor: B-1642.a/N.1.27/04/2018 tangal 10 April 2018 perihal Permohonan Bantuan Pencarian/Penangkapan DPO.

Terpidana Mustafa Ikram bin Maimun merupakan terpidana yang terbukti bersalah melakukan Tindak Pidana (jarimah pemerkosaan) sebagai mana yang diatur dalam pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum Jinayat.

Juga berdasarkan Putusan Mahkamah Syariyah Aceh Nomor: 07/JN/2018/MS-Jth tanggal 03 April 2018 dan menyatakan terdakwa dihukum dengan uqubat penjara selama 4 (empat) tahun 5 (lima) bulan penjara.

Kata Munawal, terpidana Mustafa Ikram bin Maimun berhasil diamankan oleh tim tabur Kejaksaan Tinggi Aceh yang dipimpin oleh Koordinator Intelijen Kejaksaan Tinggi Aceh, Farid Rumdana SH dan Kasi E, Bahrin Idris SH beserta Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Aceh Besar, Deddi Maryadi SH pada saat sedang bekerja pada salah satu proyek pembangunan perumahan di Gampong Gata Gase di Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar.

“Terpidana diserahkan kepada Jaksa Eksekutor dari Kejaksaan Negeri Aceh Besar guna dieksekusi ke dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Jantho,” katanya. (bai/min)