Dampak Bencana 1 Januari-19 Januari 2021, 160 Meninggal, 802.415 Jiwa Mengungsi

Harianrakyataceh.com – Sebanyak 169 peristiwa bencana alam yang terjadi sepanjang 1 Januari – 19 Januari 2021. Dampaknya 160 orang meninggal dan 802.415 jiwa mengungsi.

Demikian Dr. Raditya Jati Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam siaran tertulis yang diterima Rakyat Aceh, Selasa petang (19/1).

Dirincikan jumlah perjenis bencana yaitu gempa bumi 2 kali, banjir 114, tanah longsor 30, putting beliung 18 dan gelombang pasang/abrasi 5 kejadian.

Selain itu, 965 orang mengalami luka-luka, 1.878 rumah rusak serta 37 fasilitas rusak yang terdiri dari 16 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas peribadatan dan 3 fasilitas kesehatan. “Ada dua kantor rusak dan 26 jembatan,” ungkap Raditya Jati.

Sementara itu, menanggapi bencana gempa bumi di Sulawesi Barat, Presiden memerintahkan kepada Kepala BNPB dan Menteri Sosial, Kepala Basarnas, juga TNI/Polri serta jajarannya untuk segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban. Berikut memberikan pelayanan kesehatan kepada korban yang luka-luka.

“Saya datang untuk memastikan bahwa proses evakuasi, bantuan kepada masyarakat, logistik untuk pengungsi, dan tenda-tenda pengungsi terkelola dengan baik. Ini yang ingin saya pastikan dengan datang ke sini,” kata Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja, Selasa, 19 Januari 2021 Pukul 12.10 WITA.

Presiden Joko Widodo meninjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang mengalami kerusakan karena gempa di Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Turut mendampingi Presiden, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Sulawesi Barat Andi Ali Baal Masdar dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris.

Rincian korban jiwa gempa di Kabupaten Majene, 11 orang meninggal dunia, 2.650 orang mengungsi.

Kerugian materil di Majene longsor 5 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan). 1.150 unit rumah rusak (Pendataan),1 unit Puskesmas Ulumanda (RB), 1 Kantor Danramil Malunda (RB) , 8 unit masjid terdampak dan 15 unit sekolah.

Sedangkan di Kabupaten Mamuju, 77 jiwa meninggal, 7.255 orang mengungsi. Terjadi 5 titik pengungsian di Jalu 2, Stadion Mamuju, Gerbang Kota Mamuju, Tapalang dan Kantor Bupati . Dan, Kerusakan Hotel Maleo rusak berat dan Kantor Gubernur Sulbar.

Kepala SAR Bandung, Deden Ridwansyah menyatakan seluruh korban sudah ditemukan yaitu 40 jiwa. Dan, sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dikebumikan.

Kemudian, Pusdalops juga mendata sebanyak 1.119 warga masih mengungsi di Lapangan Taman Burung dan mengungsi mandiri di tempat kerabat yang aman dari dampak longsor.

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, menetapkan Status Tanggap Darurat Nomor : 188.44/058/KUM/2021 yang berlaku selama (14 hari) terhitung mulai tanggal 14 Januari 2021 sampai dengan 27 Januari 2021.

LAPAN menganalisa luas genangan banjir yang terjadi dengan menggunakan data satelit Sentinel 1A tanggal 12 Juli 2020 (sebelum banjir) dan tanggal 13 Januari 2021 (saat/setelah banjir).

Hasil perhitungan luas genangan tertinggi terdapat di Kabupaten Barito Kuala dengan luas sekitar 60 ribu hektar, Kabupaten Banjar sekitar 40 ribu hektar, Kabupaten Tanah Laut sekitar 29 ribu hektar, Kabupaten Hulu Sungai Tengah sekitar 12 ribu Hektar, Kabupaten Hulu Sungai Selatan sekitar 11 ribu hektar, Kabupaten Tapin sekitar 11 ribu hektar, dan Kabupaten Tabalong sekitar 10ribu hektar.

Selainnya Kabupaten Balangan, Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Hulu Sungai Utara, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Murung Raya antara 8 ribu – 10 ribu Hektar. (ung/rif)