Kapolres dan Dandim Patroli Hutan Pinus

Kapolres AKBP Sandy Sinurat dan Dandim Letkol Inf Teddy Sofyan, mendengarkan cerita terkait Atu Belah dari salah seorang tertua di Desa Penarun usai melakukan patroli hutan pinus. JURNALISA/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – Kapolres Aceh Tengah AKBP Sandy Sinurat, bersama Dandim 0106 Letkol Inf Teddy Sofyan, dengan mengunakan sepeda motor treil memasuki hutan pinus dan memberikan pencerahan kepada warga akan pentingnya menjaga hutan.

Kegiatan itu dilakukan secara bersama di kawasan hutan pinus di Kecamatan Linge dengan rombongan dari kedua lembaga tersebut. Upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan yang belakangan sering kali terjadi dengan patroli sekaligus penyuluhan kepada warga.

Selama ini menurut, Sandy Sinurat masih ada tangan-tangan iseng untuk melakukan pembakaran lahan untuk kepentingan pribadi dengan menimbulkan bencana dan ketakutan bagi warga yanng ada disekitar hutan pinus.

“Masih ada tangan-tangan iseng melakukan pembakaran untuk kepentingan pribadi. Dilain sisi ada warga yang ketakutan akan rumahnya terbakar. Itu terjadi ada lahan kebun habis terbakar. Kedepan jangan ada lagi,” kata Sandy Sinurat, Selasa (19/1).

Dengan didampingi puluhan personil dengan melewati jalan terjal dan medan yang berat dua institusi negara itu terus berupaya meyakini warga dan agar saling mengingatkan akan bahaya dan hukuman terhadap pelaku pembakar lahan pinus atau hutan.

Kampung Penarun yang juga terdapat lokasi wisata Atu Belah, menjadi tujuan tersendiri oleh Kapolres serta Dandim 0106, karena selama beberapa tahun lalu lokasi wisata itu diduga sering terjadi pembakaran lahan yang merugikan warga sekitar.

“Jangan ada lagi pembakaran lahan di lokasi wisata Atu Belah, agar semua orang bisa datang dan menikmati suasana asri pengunungan,” ujar Dandim Teddy usai melakukan perjalanan selama satu jam masuk dan keluar hutan pinus.

Kapolres mengatakan patroli bersama jajaran Kodim ke wilayah Linge sengaja dilakukan sebagai upaya dan antisipasi pencegahan tindak pidana pembalakan liar dan melintasi situs bersejarah Atu Belah yang terletak antara Kampung Umang Isaq dan Penarun.

Di tempat wisata Atu Belah, kedua pimpinan lembaga penegak hukum itu mendapatkan penjelasan tentang cerita Atu Belah yang melegenda di masyarakat Gayo dari orang tertua di Desa Penarun. (jur/bai)