Wakil Walikota Marzuki Hamid meninjau rumah yang tinggal di DAS nyaris ambruk ke sungai langsa. RAY ISKANDAR/RAKYAT ACEH

LANGSA (RA) – Wakil Walikota Marzuki Hamid memerintahkan dinas terkait untuk segera mengevakuasi 3 rumah yang tinggal DAS Sungai Langsa. Pasalnya 3 rumah warga yang terletak di Dusun Amaliah Gampong Jawa tersebut, nyaris ambruk akibat diterjang banjir beberapa waktu yang lalu.

Wakil Walikota Marzuki Hamid kepada wartawan, Selasa (19/1) mengatakan dinas terkait agar secepatnya mengevakuasi anggota keluarga dari tiga rumah tersebut, ke tempat hunian sementara panti gepeng Gamponh Lhok Banie, Kecamatan Langsa Barat.

Jangan menunggu rumah tersebut terderus air sungai baru di evakuasi. Karena secara kasat mata tiga rumah tersebut terancam dibawa air. Dan jika curah hujan tinggi, maka debit air sungai tinggi maka dapat dipastikan rumah tersebut akan hanyut.

Menurut cerita warga setempat sudah beberapa tahun yang lalu rumah tersebut mulai tergurus air dan terancam jatuh ke dalam sungai. “Ini sangat berbahaya tentu kita prihatin. Jadi mulai hari ini juga kita akan pindahkan ke panti gepeng tiga KK itu,”ujar Marzuki Hamid.

Selanjutnya, Marzuki Hamid menegaskan bahwa pemerintah kota Langsa telah mengambil kebijakan dua atau tiga bulan kedepan akan merampungkan rumah warga yang diungsikan itu ke Gampong Timbang Langsa.

Jadi sembari menunggu rumah siap di Timbang Langsa, sementara tinggal dulu di panti gepeng. Pemerintah Langsa telah menyiapkan rumah dan sekalian tanahnya yang akan diberikan kepada mareka itu sehingga lebih tenang bersama keluarga.

Dan lebih penting lagi, warga yang dipindahkan tersebut atas dasar kemauan sendiri bukan paksaan dari Pemerintah Kota Langsa.

Sementara itu, Pj Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Langsa, Muharram ST menambahkan, pemindahan warga dari bantaran sungai merupakan program besar Walikota Usman Abdullah dan Wakil Walikota Marzuki Hamid.

“Kita sudah memulai secara bertahap dari tahun 2020, kita pindahkan 103 KK. Untuk kedepannya di tahun 2021 akan dipindah lebih kurang 250 KK dan akan terus dilakukan secara bertahap,” jelas Muharram. (ris/bai)