Camat Kota Kualasimpang, Aulia Azhari menyalurkan bantuan logistik kepada warga korban banjir di tenda pengungsian bersma instansi terkait, Kamis (21/1). DEDE/RAKYAT ACEH
ACEH TAMIANG (RA) – Sungai Aceh Tamiang dari hulu hingga hilir pada Kamis (21/1) pagi terpantau meluap hebat. Akibatnya, terdapat ribuan rumah penduduk terutama yang berada di dekat bantaran sungai terendam banjir. Warga pun suka tidak suka harus menyelamatkan diri mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Data yang dihimpun dari Pusdalops BPBD Aceh Tamiang menyebutkan, setidaknya ada ribuan rumah di 10 kecamatan terdampak banjir yakni, Bandar Pusaka, Sekerak, Tamiang Hulu, Tenggulun, Kejuruan Muda, Kota Kualasimpang, Rantau, Karang Baru, Bendahara, dan Seruway. “Untuk Kecamatan Manyak Payed dan Banda Mulia, belum ada laporan resmi datanya,” kata Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Aceh Tamiang, Syahri yang tengah meninjau sejumlah lokasi banjir. 
Syahri merincikan, data sementara dari team reaksi cepat (TRC), di Kecamatan Bandar Pusaka, sebanyak lima kampung terendam banjir yakni, Babo, Pengidam, Pantai Cempa, Serba dan Bengklang. Kecamatan Sekerak dua, Kampung Baling Karang dan Juar, Kecamatan Tamiang Hulu satu, Kampung Kaloy, Kecamatan Tenggulun satu, Kampung Simpang Kiri, Kecamatan Kejuruan Muda dua, Kampung Bukit Rata dan Suka Makmur, Kecamatan Kota Kualasimpang dua Kampung Kota dan Kota Lintang.
Disusul Kecamatan Rantau, tiga, Kampung Landuh, Benua Raja, Durian dan Alur Manis dan Kecamatan Karang Baru terbanyak yakni 10 terdiri Kampung Suka Jadi, Tanjung Karang, Menanggini, Dalam, Medang Ara, Air Tenang, Tanjung Seumantok, Simpang Empat dan Kampung Bundar. Kemudian lanjut Syahri, Kecamatan Bendahara dua, Kampung Rantau Pakam, Teluk Halban dan Teluk Kepayang dan Kecamatan Seruway empat, Kampung Padang Langgis, Muka Sei Kuruk, Tangsi Lama dan Gelung.
“Jumlah warga yang terkena banjir tetapi tidak mengungsi di Aceh Tamiang sebanyak 2.495 KK atau 9.191 jiwa. Untuk warga yang mengungsi sebanyak 1.106 KK atau 4.003 jiwa,” terang Syahri. (mag-86)