Terkepung Banjir Sekda Pidie Terpaksa Mengungsi

Camat Pidie, Miswar meninjau banjir yang merusak puluhan meter jalan kabupaten, jalan desa, dan tanggul sungai di kecamatannya, Rabu (20/1). Dhian Anna Asmara/rakyat aceh

Camat Pidie : Puluhan Meter Jalan Putus

Quote : Sekda Pidie, H.Idhami
“Saya sendiri, tidak bisa pulang ke rumah di kawasan Gampong Cut Padang Tijie, karena genangan banjir kiriman luapan sungai dan curahan hujan di perbukitan Seulawah belum mereda,”

SIGLI (RA) – Pasca banjir luapan sungai Krueng Baro Raya, sebanyak 805 kepala keluarga (KK) di 10 gampong (desa) di Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, yang mengungsi masih cemas banjir susulan.

Camat Pidie, Miswar S.Sos M.Si kepada Rakyat Aceh, Rabu (20/1) siang mengatakan, banjir luapan Krueng Baro, sempat membuat ratusan Kepala Keluarga (KK) Gampong Tibang, mengungsi ketempat aman dan membangun dapur umum.

Banjir juga merusak sarana perhubungan (jalan) kabupaten dan jalan desa, termasuk rumah penduduk terancam amblas ke sungai.

Ia juga menuturkan, dampak luapan Krueng Baro Raya, ribuan rumah penduduk tergenang air bercampur lumpur kuning cukup parah. “Kita terus memantau perkembangan terjadinya banjir susulan,” ujar Miswar.

Ke -10 gampong tergenang banjir luapan Krueng Baro di Kecamatan Pidie, meliputi kawasan Gampong Tibang, Gampong Raya Sanggeue, Gampong Lhok Keutapang, Gampong Sirong, Gampong Mancang, Gampong Dayah Tutong, Gampong Krueng Dho, Gampong Pulo Pisang, Gampong Tumpok Laweueng, dan Gampong Baro.

Sejauh itu, papar Miswar, pasca banjir luapan sungai membuat badan jalan kabupaten di sejumlah desa rusak parah, termasuk tebing sungai yang putus total sepanjang 25 meter.
Asisten II Bidang Pembangunan Setda Pidie, Buchari AP M.Si saat dikonfirmasi, pihaknya sudah menurunkan alat berat ke sejumlah titik rawan banjir.

Ia juga mengatakan, ada lima kecamatan yang warga desa harus mencari tempat aman dari genangan banjir. Selain itu, warga diimbau untuk tetap selalu waspada dengan banjir susulan.

Asisten II yang akrab dengan panggilan “Bucek” menambahkan, terparah saat ini genangan banjir adalah di Kecamatan Padang Tijie, cukup banyak warga mengungsi.

Sekda Terpaksa Mengungsi
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie, H.Idhami S.Sos M.Si menjawab Rakyat Aceh, Rabu (20/1) menyangkut banjir kiriman di Kecamatan Padang Tijie menyebutkan, semakin parah.

“Saya sendiri, tidak bisa pulang ke rumah di kawasan Gampong Cut Padang Tijie, karena genangan banjir kiriman luapan sungai dan curahan hujan di perbukitan Seulawah belum mereda,” papar Sekda Idhami.

Disebutnya, masyarakat di sejumlah desa masih bertahan di pengungsian, atau paling sedikit sekitar 150 KK. “Hujan semalaman hingga Rabu (20/1) pagi meningkatkan luapan sungai,” sebut Idhami.

Sehari sebelumnya, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengirim bantuan untuk korban banjir di Sigli melalui Dinas Sosial Propinsi Aceh yang diterima Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud ST. (mag-85/min)