Wakil Walikota Marzuki Hamid menyerahkan sembako masa panik untuk warga yang direlokasi ke hunian sementara di panti gepeng. RAY ISKANDAR/RAKYAT ACEH

LANGSA (RA) – Dalam upaya menyelematkan nyawa, akhirnya Pemerintah Kota Langsa merelokasikan 9 kepala keluarga yang rumahnya di bantaran DAS Sungai Langsa ke hunian sementara di panti asuhan Pemko Langsa dan akan diberikan bantuan masa panik.

Demikian ungkap, Wakil Walikota Marzuki Hamid, Kamis (21/1) usai mengantarkan jatah hidup kepada warga yang direlokasi.

Selanjutnya, sembilan KK tersebut sudah menyatakan kesiapanya untuk pindah ke tempat yang baru di Gampong Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro. Dan mereka mendukung program pemerintah dalam rangka menyelamatkan warga yang tinggal di bantaran sungai. “Kita rencanakan 9 KK tersebut akan direlokasi ke Gampong Timbang langsa pada tahun ini,” ujar Marzuki Hamid.

Kata Marzuki, dalam setiap kesempatan Pemko Langsa selalu mengajak warga masyarakat yang tinggal dialiran DAS Sungai Langsa untuk pindah ke Gampong Timbang Langsa Kecamatan Langsa Baro.

Namun, program ini akan disusun lebih lanjut, paling lambat di tahun depan sudah dilaksanakan. Dan yang sudah berjalan saat ini lebih kurang untuk 100 lebih KK yang tinggal di bantaran DAS Gampong Tengoh Dusun Rumoh Potong.

Terkait abrasi yang terjadi karena ada sungai yang berkelok kelok di Gampong Batee Puteh. Sudah perintahkan Kepala Dinas PUPR untuk melakukan pemetaan tanah warga yang terkena dampak abrasi tersebut. “Ya, akan kami cari solusi dalam waktu secepatnya,” ujar Marzuki Hamid.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Walikota Marzuki Hamid menyerahkan bantuan masa panik kepada tiga kepala keluarga (KK) korban longsor di bantaran DAS krueng Langsa di Panti Gepeng, Gampong Lhok Banie Kecamatan Langsa Barat.

“Kemarin kita telah pindahkan 3 KK warga Dusun Amaliah Gampong Jawa ke Panti Gepeng. Berikut kita berikan bantuan masa panik sambil menunggu selesainya rumah relokasi di Gampong Timbang Langsa,” katanya. (ris/bai)