Harianrakyataceh.com – Kondisi jalan menuju tempat wisata Pantai Pangah, Desa Ie Rhop, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, semakin mengkhawatirkan. Badan jalan masuk menuju objek wisata tersebut semakin kritis akibat tergerus abrasi yang semakin meluas.

Luas kerusakan diakibatkan luapan air pasang yang melewati tanggul batu atau jetty di tepi sungai mencapai puluhan meter dan sudah terkena badan jalan menuju objek wisata dengan panjang mencapai satu kilometer lebih.

Keuchik Desa Ie Rhop, Muhammad Banta kepada Rakyat Aceh, Sabtu (23/1) mengatakan, kerusakan badan jalan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sudah berbulan-bulan jalan ini luput dari perhatian pemerintah. Jika tidak diperbaiki sesegera mungkin, dikhawatirkan abrasi akan semakin meluas dan dipastikan para pengunjung terganggu akibat kerusakan jalan tersebut.

“Kami meminta kepada Pemerintah melalui Dinas terkait agar memerhatikan dan secepatnya memperbaiki kerusakan jalan supaya tidak semakin meluas. Jika ini dibiarkan, menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat Desa Ie Rhob dari segi pemasukan sehari-hari, karena mayoritas warga berpenghasilan dari jualan di objek wisata Pantai Pangah,” ujar Muhammad yang sering disapa Keuchik Amad ini.

Menurut pengakuan Keuchik Amad, Kerusakan jalan tersebut sudah sempat ditangani secara darurat oleh pihak gampong, namun kembali rusak.

Saat ditanya media ini, apa saja yang dibutuhkan pihak gampong dengan kondisi kerusakan jalan tersebut, Keuchik Amad hanya meminta difasilitasi alat berat untuk sementara waktu guna penanganan darurat.

“Objek wisata Pantai Pangah sedang ditata semenarik mungkin untuk di jadikan sebagai objek wisata keluarga dan islami, namun abrasi yang terus meluas menjadikan kawasan pantai mulai rusak. Jika tidak cepat ditangani, abrasi akan semakin meluas sehingga dapat memutuskan akses jalan ke objek wisata. Dikhawatirkan juga dapat menghantam tambak ikan milik warga dan juga permukiman yang berjarak ratusan meter saja dari kerusakan akibat abrasi tersebut,” sebut Muhammad. (akh/rif)