Padi mati akibat terendam di persawahan Gampong Aneuk Galong Baro Kecamatan Sukamakmur Aceh Besar, Senin (25/1) TARMIDI YUSUF/ RAKYAT ACEH

Harianrakyataceh.com – Seluas 5 hektar sawah milik warga di Gampong Aneuk Galong Baro Kecamatan Sukamakmur Aceh Besar terendam banjir genangan selama 6 hari.

Pantauan Rakyat Aceh di lokasi Senin (25/1), nyaris 50 persen sawah tergenang. Batang padi sudah berumur 20-an hari tersebut mati total dan tidak bisa digunakan lagi. Sedangkan sisanya yang masuk dalam kategori rusak sedang, kondisinya juga memprihatinkan. Selain batangnya hangus, sisa anakan yang tinggal di rumpun hanya satu atau dua anakan saja.

Warga yang sawahnya rusak parah, tak bisa berbuat banyak, mereka hanya pasrah saja. Tak ada lagi bibit anakan bisa ditanam. Mencoba kembali untuk menabur benih, itu juga tidak mungkin, karena umurnya sudah berbeda jauh dengan padi lainnya, sehingga akan kesulitan menangani gangguan hama pada waktu panen nantinya.

Rahati (60) warga Gampong Aneuk Galong Titi yang ditemui Rakyat Aceh di sawahnya yang hancur total tersebut mengatakan, setiap musim tanam, Dia dan beberapa petani lainnya harus menanan atau menyisipkan dua hingga tiga kali bibit anakan di sawahnya.

“Setiap ada hujan lebat, sawah disini tergenang 3 sampai 5 hari, padi yang berumur seminggu akan mati, waktu airnya surut, kami sisip lagi tanamnya. Kalau yang sekarang, sudah yang ketiga kalinya, jadi tidak ada lagi bibit untuk kita sisip, ya tidak tahu lagi berbuat apa,” ujarnya pasrah.

Menurut Rahati, kondisi seperti itu sudah dialami dirinya dan sejumlah petani lainnya di kawasan tersebut dalam 3 tahun terakhir. Katanya, penyebabnya adalah karena pembangunan satu unit rumah toko (Ruko) yang membuat saluran pembuangan menjadi kecil dan tidak lancar lagi.

“Dulu, walaupun hujan lebat, tidak pernah tergenang sampai berhari-hari. Sejak dibangun Ruko itu, makanya sudah jadi begini. Saluran pembuangan dibuat sangat kecil dan tidak memadai. Mudah-mudahan ada pihak yang mau membantu menyelesaikan masalah ini,” ujar Rahati yang dibenarkan oleh Jailani yang juga salah seorang petani yang mengalami hal yang sama.

Keuchik Gampong Aneuk Galong Baro Azmi dihubungi Rakyat Aceh visa selulernya, membenarkan kondisi tersebut. Katanya, ia dan sejumlah perangkat gampong sudah pernah mendatangi pemilik ruko untuk menyuruh memperbaiki saluran pembuangan tersebut.

“Kita sudah pernah datang menyuruh memperbaiki saluran itu dengan mereka, namun samapi saat ini belum ada tindakan. Dan suratnya pun sudah kita layangkan ke mereka dengan tembusan ke Muspika Sukamakmur. Dan sekarang, kita coba buat pendekatan sekali lagi, bila juga tidak ada solusi, maka kita akan laporkan ke dinas terkait di kabupaten,” pungkas Keuchik Azmi. (tar/min)