Ilustrasi

Harianrakyataceh.com – Penyidikan Polres Bener Meriah terhadap kasus dugaan pemalsuan ijazah palsu berhasil mengungkapkan tiga modus para tersangka dalam melaksanakan aksinya.

“Ada tiga cara para tersangka yakni mengunakan sisa-sisa blangko ijazah yang lebih dan tidak diambil serta mencetak sendiri dengan kertas karton,” ujar Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya,S.I.K melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki Muslim Kepada Rakyat Aceh Senin (25/1).

“Selain mengunakan sisa blangko ijazah, tersangka juga mengunakan ijazah yang sudah dibuat dan tidak diambil dengan cara mengeruk atau mengikis namanya serta mencetak sendiri dengan kertas karton yang dibuat serupa dan dibeli dari toko,” ungkap Rifki Muslim.

Disebutkanya, tersangka juga sudah sangat ahli dalam membuat ijazah palsu tersebut dan mengetahui kertas yang digunakan sehingga mirip dengan ijazah yang asli.
Tersangka juga baru mengakui membuat ijazah palsu tersebut sebanyak 30 lembar namun pihaknya menduga ijazah yang beredar lebih dari jumlah tersebut.

“Itu masih keterangan tersangka dan kita masih mendalami kasus tersebut apakah ada orang lain di dinas tersebut yang juga ikut terlibat,” ujarnya.

Menurutnya, tersangka juga mengakui menjual ijazah tersebut dengan harga bervariasi mulai dari Rp700 ribu, Rp1,5 juta hingga Rp 3 Juta. “Ia juga mengaku memberikan uang tersebut kepada beberapa perantara untuk uang jasa yang mencari pelanggan,” sebutnya.

Rifki juga mengaku sudah memeriksa dua orang perantara dan mengamankan ijazah palsu Paket B dan C sebanyak 18 lembar yang sebelumnya beredar di wilayah kabupaten Bener Meriah dan digunakan sebagai persyaratan untuk Aparatur Kampung.

Ia menambahkan, akan ada tersangka selanjutnya yang diduga terlibat dalam pembuatan dan penyebaran ijazah tersebut.

Lebih lanjut kata Rifki, beberapa pengguna yang sudah diperiksa sebagian mengaku sebagai korban dan tidak mengetahui jika ijazah tersebut palsu di karenakan yang mengeluarkan merupakan Dinas Pendidikan.

Kasat Reskrim juga menghimbau agar masyarakat yang memperoleh ijazah dengan mudah dan tidak mengikuti ujian agar segera mengembalikan ke Polres Bener Meriah. (uri/min)