ASN Abdya Tingkatkan Kapasitas Kerja

Harianrakyataceh.com – Sejak berlakunya sistem E-Kinerja dilingkungan pemerintah Kabupaten Abdya, para ASN dilingkungan Pemerintahan itu sudah mulai meningkatkan kapasitas kinerjanya di masing-masing SKPK.

Hal itu diungkapkan kepala BKPSDM Abdya drh Hj Cut Hasnah Nur, kepada Rakyat Aceh pada Selasa (26/1) di Blangpidie.

Disebutkan, tujuan diterapkan sistem E-Kinerja tersebut salahsatunya untuk meningkatkan nilai kerja itu sendiri seperti contoh seorang staf itu, 100 persen nilainya untuk kerjanya. Sementara untuk eselon IV, 40 persen kerjanya akan ditentukan oleh pelaksana.

“Jika bagus kerja bawahan, berarti nilainya ditentukan oleh pelaksana, jika eselon III 50 persen kerja eselon IV menetukan kinerja dari pada eselon III. Misalnya ada eselon IV yang kerjanya tidak bagus, tidak melaporkan kinerjanya, tidak mencapai capaian kerjanya, berarti 50 persen nilai PPK dari pejabat eselon III itu ditentukan oleh kinerja eselon IV,” katanya.

Berbeda hal dengan dengan pejabat eselon II katanya, 90 persen nilai PPK-nya ditentukan oleh hasil kinerja eselon III. “Jadi tugas pemimpin itu wajib memotifasi dan memberi arahan serta memberikan pekerjaan kepada bawahannya,” terang Cut Hasnah.

Ditambahkan, para ASN tersebut saban hari dalam waktu jam kerja selalu ada tugas yang wajib diselesaikan. “Karena pekerjaan itu tidak hanya menyangkut dengan menghabiskan anggaran, realisasi anggaran dan realisasi kegiatan tapi lebih kepada penilaian,” sebutnya.

Cut Hasnah menyebutkan, salah satu pekerjaan yang dilakukan itu dapat meningkatkan tufoksinya dan dapat meningkatkan kapasitas kompetensinya dengan membaca literatur aturan dan peraturan perundang-undangan yang mendukung kinerjanya.

“Itu juga termasuk dalam bekerja. Jadi jam kerja itu adalah jam efektif, karena didalam UUD ASN, ada tiga kompetensi yang diharapkan, pertama kompetensi minejerial, kompetensi teknis dan kompetensi sosial kultural,” terangnya.

Selama masih tujuannya untuk meningkatkan kompetensi itu tambahnya, sesuai dengan uraian jabatan, apapun boleh dikerjakan, seperti membaca buku, membereskan dokumen dan merapikan ruang kerja. Tidak hanya berdasarkan kegiatan.

“Seperti ada kegiatan sosialisasi atau ada beberapa kegiatan lain, itu semuanya bisa dilakukan. Jadi setiap hari PNS itu ada kerja, tidak mesti kerjanya terkait realisasi anggaran. Dalam penerapan kerja itu, eselon IV wajib memberikan tugas kepada pelaksana, eselon III wajib memberikan tugas kepada eselon IV, dan eselon II juga wajib membagi tugas kepada eselon III, harus berjenjang,” paparnya.

Disebutkan juga Cut Hasnah, untuk awal E-Kinerja ini pihaknya tidak memintak bukti apa yang dilakukan oleh ASN itu sendiri, akan tetapi masih diberikan belajar atau uji kejujuran dalam melakukan pekerjaan atau tugas yang diberikan tersebut.

“Kita tetapkan kejujuran saja, belum sampai ketahap minta bukti apa yang dilakukan oleh ASN itu, karena masih E-Kinerja awal, jadi kita berikan belajar jujur saja,” katanya. (mat/rif)