Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 27 Jan 2021 23:12 WIB ·

Divonis Dua Tahun Penjara, Bendahara Desa di Aceh Tenggara Melarikan Diri Dari Lapas


 Divonis Dua Tahun Penjara, Bendahara Desa di Aceh Tenggara Melarikan Diri Dari Lapas Perbesar

Harianrakyataceh.com – M Odi Agam, mantan bendahara Desa Sebudijaya, Kecamatan Lawe Dua, Aceh Tenggara melarikan diri dari Lapas Klas II B, Kutacane.

Terdakwa tersandung kasus Korupsi Dana Desa Tahun Anggaran 2019, dinyatakan bersalah dan divonis dua tahun penjara Pengadilan Tipikor Banda Aceh. Namun belum genap sebulan dieksekusi, melarikan diri dari tahanan.

Kabar inipun dibenarkan, Kalapas Klas II B Kutacane Wahyudi, saat dikonfirmasi melalui Telpon Selulernya pada Selasa (26/1) Sekitar Pukul 15: 32 WIB.

“Ya benar, kejadian ini sudah terjadi 15 hari lalu. Besok aja koordinasi ke kantor karena saya sudah istirahat, sudah pulang,” Kata Wahyudi singkat.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara Syaifullah melalui Kasi Pidsus Edwardo, dikonfirmasi terkait vonis kasus korupsi Sebudi Jaya mengatakan, kasus tersebut putusannya pada Rabu (6/1) lalu di Banda Aceh dan baru dieksekusi pada tanggal tiga hari kemudian atau pada Jumat (8/1).

Selain bendahara desa vonis bersalah juga dijatuhkan terhadap mantan kepala Desa Sebudi Jaya, Masdan, divonis dua tahun 2 bulan penjara, dengan subsider 3 bulan penjara.
“Bendaharanya divonis 2 tahun penjara, sementara kepala desa 2 tahun 2 bulan. Terdakwa juga diminta untuk mengembalikan kerugian Negara sebesar Rp240 juta,” kata Kasi Pidsus Edwardo.

Bahkan, terkait ganti rugi terdakwa terhadap kerugian negara pihaknya akan menyita sejumlah aset milik terdakwa untuk dilelang untuk memgembalikan kerugian negara.

“Untuk penyitaan aset terdakwa kita juga telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait,” katanya.
Diketahui, diduga melakukan korupsi dana desa, Kepala Desa dan Bendahara Desa Sebudi Jaya, Lawe Dua, ditetapkam menjadi tersangka, oleh Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, 23 Juli 2020 lalu.

Ada pun modus penyelewengan dana Desa dilakukan kedua tersangka dengan cara membuat laporan fiktif. Paket proyek tahun 2019 menghabiskan Rp170 juta dalam paket pernyataan modal dana desa dan paket fiktif pembangunan peningkatan sumber jaringan Air Bersih,menelan Rp 441 Juta, anggaran dana desa. (val/min)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Jaga Ekosistem Alam, Kodim 0102/Pidie dan Jajaran Semai 3000 Bibit Pohon Keras dan Manggrove

17 July 2024 - 12:44 WIB

Kodim 0102/Pidie Dan Subdenpom IM/1-3 Sigli Periksa Kelengkapan Kenderaan Prajurit

16 July 2024 - 11:57 WIB

DPRK Abdya Usul Tiga Nama Calon Pj Bupati

16 July 2024 - 06:22 WIB

Siapkan Hadiah Rp 30 Juta, Piala Ketua Askab PSSI Bireuen Bergulir di Cureh

16 July 2024 - 06:19 WIB

Operasi Patuh Seulawah, Ingatkan Pengendara Kembali Tertib Berlalulintas

15 July 2024 - 17:29 WIB

Dukung PON dan Ekonomi Syariah, KB Bank Syariah Hadir di Lhokseumawe

14 July 2024 - 19:24 WIB

Trending di DAERAH