Pemilik lahan melihat tanaman sawit yang diobrak abrik gajah di Desa Seuneubok Bayu, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (26/1). Maulana/Rakyat Aceh.

Harianrakyataceh.com – Puluhan gajah sumatera mengamuk di Gampong Seuneubok Bayu, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, mengakibatkan 10 hektar kebun sawit milik warga rusak diobrak abrik.

Informasi masyarakat, puluhan ekor gajah liar itu mulai masuk dan mengobrak-abrik lahan perkebunan warga sejak, Sabtu (23/1) sore. Namun malam hari menghilang dan kembali muncul dan masuk ke lahan perkebunan warga, Minggu (24/1) sore.

Dampaknya, tanaman sawit usia 3-5 tahun jadi sasaran poe meurah (Gajah Sumatera—red). Tanaman sawit menjadi sasaran merupakan tanaman sawit yang mulai produktif dan selama ini terus dirawat pemiliknya, namun tiba-tiba kawanan gajah masuk mengobrak-abriknya.

“Sudah tiga hari gajah-gajah liar ini masuk ke wilayah Banda Alam, antara lain ke Desa Seuneubok Bayu. Bukan hanya lahan sawit, tapi juga pondok-pondok warga ikut dirusak satwa liar berbadan jumbo ini,” kata Tgk. Idris, tokoh masyarakat Banda Alam di Idi, Selasa (26/1).

Dia mengaku, diantara kawanan gajah liar tersebut terdapat gajah sumatera yang memiliki GPS Collar. Sebagaimana diketahui, GPS Collar dipasang pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Yayasan Forum Konservasi Leuser (FKL) terhadap tiga gajah liar di Aceh Timur.

Sementara Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto secara terpisah membenarkan adanya laporan gajah sumatera memasuki perkebunan di desa dalam Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.

“Kita telah menurunkan tim ke lokasi melakukan pengecekan dan pemantauan, sehingga nantinya dapat diambil langkah selanjutnya,” pungkas Agus. (mol/min)