Gubernur Tinjau Jembatan Panca Aceh Besar, Nova Janji Tahun 2022 Dibangun

Harianrakyataceh.com – Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengaku kaget mengetahui pembangunan jembatan Lamkubu-Panca, Aceh Besar bisa mangkrak sampai sepuluh tahun lebih tidak dilanjutkan.

Padahal kalau dilihat sejak 2008 spesifikasi rangka awalnya sudah dibangun sepanjang 50 meter tinggal sekitar 50 meter lagi yang belum nyambung ke seberang.

“Sebenarnya pembangunan ini urusan kabupaten dengan menggunakan dana DOKA (Dana Otonomi Khusus Aceh) dan provinsi hanya mendukung saja,” jelas Nova didampingi Asisten II Mawardi serta Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk Husaini di lokasi, Rabu (27/1) kemarin.

Jika kabupaten tidak sanggup maka bisa disampaikan kepada provinsi untuk dibangun. Tetapi Nova heran kok jembatan ini bisa tertinggal. Begitupun Nova berjanji tahun 2022 siap dibangun kembali.

Nova juga menanyakan kepada Asisten II Pemerintah Aceh Mawardi yang turut hadir, kira-kira berapa anggaran untuk kelanjutan pembangunan ini dan langsung dijawab ditaksir hanya Rp10 miliar saja pak Gub.

Bahkan Nova juga mendapat informasi sebagaimana disampaikan Mawardi justru untuk rangka baja jembatan ini sudah tersedia pada Dinas PUPR Aceh namun tahun ini tidak bisa dikerjakan sebab anggarannya sudah close (tutup).

“Kalau tahun ini tidak bisa lagi sebab sudah telat kalaupun di APBA Perubahan juga dikawatirkan nantinya tak cukup waktu,” sebut Nova.

Tetapi untuk tahun 2022 Nova berjanji siap dibangun sehingga masyarakat Panca sudah dapat menikmatinya dan tidak lagi menyeberang sungai seperti sekarang.

Nova juga mengingatkan kepada Bupati dan jajarannya agar tegas dalam mengeluarkan himbauan kepada para penambang pasir dan penebang liar agar tidak mengambil material di dekat kawasan pegunungan dan penduduk.

“Masyarakat wajib jaga lingkungan sebab bencana terjadi akibat penebangan kayu dan penambang pasir sehingga yang terkena dampak adalah saudara kita juga,” ungkap Nova.

Wakil Bupati Aceh Besar Tgk Husaini menyambut baik apa yang diinstruksikan gubernur bahwa kawasan Aceh Besar merupakan penyangga ibukota provinsi. “Kita siap kawal pak Gubernur. Kalau satu atau dua kali himbau tidak didengar maka langsung kita sampaikan ke atasan dan serahkan pada aparat hukum,” tegas Waled Husaini.

Sementara wartawan mewawancarai Keuchik Panca, Thamrin dan Lamkubu, Abdul Wahab ia menyebutkan jumlah penduduknya sekitar 90 KK atau 280 jiwa dimana setiap hari melintas sungai baik pagi siang sampai sore.

“Kami sudah belasan tahun begini. Jika musim hujan air sungai deras dan meluap kami tidak bisa menyeberang tunggu air surut,” ujarnya.

Sangat disayangkan terutama anak sekolah dasar sebab kalau air besar mereka tak bisa menyeberang dan harus digendong orang tuanya untuk bisa lewat.

Hal senada dikatakan Hendrik salah seorang transmigrasi asal pulau Jawa ia mengatakan sudah tinggal di kawasan Panca sejak 1991 masa itu penduduk hanya 300 KK luas lokasi 600 hektar hidup bersama trans lokal.

Kawasan Panca Aceh Besar merupakan areal bagi warga transmigrasi tahun 1980-an dimana dulunya pemerintah daerah memberikan lahan kosong untuk penempatan saudara kita dari pulau jawa.

Kawasan ini tanahnya sangat subur dan warga kini menanam coklat, pisang dan persawahan serta ternak. Dari kawasan Panca bisa tembus akses ke Lamtamot dekat Saree dan Kunyet Padang Tijie sekitar jarak 20 km. (imj)