Purnabakti Dikti Ikut dalam BPJS Ketenagakerjaan

MOU: Kepala BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh, Awalul Rizal, (kanan), dan Ketua LL Dikti Wilayah XIII, Prof. Dr. Faisal, MH (kiri), melakukan MoU bagi purnabakti Tenaga Pegawai Pemerintah Non PNS masuk dalam Jaminan BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh. Rakyat Aceh/Rusmadi.

harianrakyataceh.com – Sebanyak 61 orang purnabakti tenaga pegawai pemerintah Non PNS di Lembaga Layanan Pendidikan Dikti XIII Aceh, akan diikutsertakan dalam BPJS Ketenagakerjaan, sebagai jaminan bila terjadi sesuatu selama menjalankan tugas.

Hal ini terungkap dalam MoU antara BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIII, di Banda Aceh, Rabu (27/1).

Mou ini langsung ditandatangani Kepala BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh, Awalul Rizal, dan Ketua LL Dikti Wilayah XIII, Prof. Dr. Faisal, MH.

Awalul Rizal, mengungkapkan, kerjasama dengan LL Dikti wilayah XIII Aceh untuk memberikan manfaat bagi purnabakti yang selama ini bekerja sebagai tenaga pegawai pemerintah non PNS di lingkungan Dikti wilayah XIII.

“Ada empat fasilitas yang diterima tenaga purnabakti yang ikuti di BPJS Ketenagakerjaan, yang dilindungi di antaranya, kecelakaan kerja, kematian, hari tua, dan jaminan pensiun,” jelasnya.

Dikatakan, kalau selama ini tenaga pegawai Purna bakti menerima gaji perbulan rp 2 juta sampai 3 juta, akan mendapat imbalan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Awalul Rizal berharap, dengan program ini tenaga pegawai di Dikti Aceh dapat meningkatkan kinerjanya dan tidak perlu takut bila terjadi kecelakaan dalam bekerja.

Awalul mengaku, sedang mengkaji bagaimana kartu BPJS Ketenagakerjaan itu bisa digunakan saat belanja dan harga belanja bisa lebih murah.

“Jadi kita tidak hanya fokus pada 4 item ini saja,” harapnya.

Dikatakan, bagi perusahaan maupun instansi yang ikut BPJS Ketenagakerjaan bisa memilih apakah untuk pelindungan kecelakaan kerja, dan jaminan pensiun atau semua nya diikutsertakan juga tidak ada masalah.

Hal yang sama disampaikan Prof Faisal, sangat mendukung program yang ditawar dan dilakukan MoU dengan BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh.

“Purnabakti kita ada sebanyak 61 orang,” jelasnya didampingi Sekretarisnya, Dr. Ilham Maulana

Dikatakan, sangat senang bisa diajak gabung di BPJS Ketenagakerjaan bagi purnabakti, paling tidak bisa menikmati bila sudah habis masa kerja di LL Dikti Aceh.
Tambahnya, dengan keikutsertakan tenaga pegawai non PNS ini tidak was was lagi dalam bekerja. Apalagi selama ini juga punya risiko dalam bekerja sampai ke daerah daerah.

“Mereka pegawai maupun staf di Dikti sebagai ujung tombak dalam menjaga mutu pendidikan di Aceh,” jelasnya.

Ia juga berharap, BPJS Ketenagakerjaan dapat membuka sayap dengan mengajak para tukang di peloper untuk ikut BPJS tersebut.
(rus).