Mangkrak Sejak 2014, Gedung Serbaguna Pidie Jaya Tak Kunjung Dilanjutkan

IKHSAN /RAKYAT ACEH Kondisi gedung serba guna, Pidie Jaya yang pembangunan mangkrak sejak 2014.

Harianrakyataceh.com – Pembangunan gedung serbaguna yang terletak di komplek perkantoran Cot Trieng, Kabupaten Pidie Jaya, hingga kini tak ada tanda-tanda untuk dilanjutkan. Padahal gedung yang dibangun sejak tahun 2011 silam telah menelan anggaran puluhan miliar rupiah.

Gedung itu yang dibangun bersamaan dengan gedung Kantor Bupati, Kantor Dinas PU, DPRK, Kantor Bappeda Pidie Jaya tersebut, kondisinya kini cukup memprihatikan. Pasalnya, dinding-dinding bangunan tampak menghitam diselimuti jamur, begitu juga dengan tiang-tiang serta lantainya.

Tak hanya itu, disekeliling bangunan yang dibangun pada masa kepemimpinan Bupati M Gade Salam telah ditumbuhi semak belukar. Bahkan gedung tersebut sempat dijadikan warga sebagai tempat kandang sapi.

Proyek multiyears pembangunan gedung serba guna, terhentikan pembangunannya pada tahun 2014 silam. Dan proyek itu juga juga menyisakan hutang kepada pihak ketiga atau rekanan kontraktor.

Berdasarkan hasil review dan audit BPKP, medio tahun 2018-2019 Pemkab Pidie Jaya telah membayar hutang kepada pihak ketiga atas pembangunan gedung tersebut. Gedung serba guna itu, merupakan satu-satunya gedung yang hingga kini tak kunjung rampung dibangun bersamaan dengan beberapa gedung lainnya.

Sebagaimana diberitakan Rakyat Aceh, Jumat 26 Juli 2019, Pemkab Pidie Jaya menganggarkan anggaran sebesar Rp200 juta untuk menilai kerusakan-kerusakan pada pada bangunan tersebut dan mengevaluasi apa-apa saja bangunan yang seharusnya dilanjutkan.

Sekretaris Daerah Pidie Jaya, Ir Jailani Beuramat mengatakan, Pemkab Pidie Jaya tetap berkomitmet untuk menuntaskan pembangunan gedung serba guna itu. Katanya, pada tahun 2020, Pemkab Pidie Jaya pernah menganggarkan kembali anggaran sebesar Rp3,5 miliar. Namun, anggaran tersebut kemudian hilang akibat dipangkas karena refocusing anggaran covid-19.

“Tahun 2020 pernah kita anggarkan sebesar Rp3,5 miliar, tapi karena ada kebijakan refocusing anggaran untuk covid-19, anggaran untuk kelanjutan gedung itu dibatalkan,” sebut Sekda kepada wartawan, Selasa (26/1) kemarin.

Pada tahun 2021 ini lanjut Jailani, angggaran untuk lanjutan pembangunan gedung tersebut juga telah diusulkan, tetapi karena ada pekerjaan lain yang lebih mendesak, sehingga kembali ditunda pembangunannya.

Dan kelanjutan pembangunan gedung serba guna tersebut akan kembali diusulkan pada tahun 2022 mendatang dengan sumber dana DOKA. ” Kita tetap komit melanjutkan pembangunan gedung serba guna itu akan hingga dapat difungsikan,” imbuhnya. (san/bai)

IKHSAN /RAKYAT ACEH
Kondisi gedung serba guna, Pidie Jaya yang pembangunan mangkrak sejak 2014.