Pasangan Gay di Aceh Dicambuk 77 Kali

Terpidana pelanggar hukum syariat Islam menjalani hukuman cambuk di Taman Bustanulssalatin Banda Aceh, Aceh, Kamis (28/1). (Al Amin/Rakyat Aceh)

Harianrakyataceh.com – Pasangan homoseksual berinisial MU (27) dan AL (28), dihukum cambuk masing-masing sebanyak 77 kali di Taman Bustanussalatin, Kota Banda Aceh, Kamis (28/1).

Keduanya terbukti melanggar syariat Islam dengan sangkaan telah melakukan jarimah liwath. Keduanya dijerat dengan Pasal 63 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Sebanyak tiga algojo silih berganti melakukan eksekusi cambuk kepada pasangan gay tersebut. Masing-masing algojo melakukan eksekusi sekitar 20 kali cambuk.

Raut wajah kedua orang pasangan gay itu tampak tak tahan merasakan sakit akibat rotan yang mendarat di punggung mereka. Algojo sempat berhenti mencambuk karena terpidana beberapa kali menunjukkan gerakan menahan sakit.

Di sela-sela pukulan cambuk, tenaga medis terlihat beberapa kali menghampiri terpidana, menanyakan kondisi kesehatan. Eksekusi cambuk itu juga menerapkan protokol kesehatan, terpidana dipakaikan masker.

Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Heru Triwijanarko mengatakan pasangan homoseksual itu sebelumnya ditangkap di salah satu rumah kos di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh pada November 2020. Keduanya merupakan warga Aceh.
“Keduanya ditangkap warga dan diserahkan ke kita, setelah ada hukum inkrah dari Mahkamah Syar’iyah, baru dieksekusi,” ujar Heru.

Diketahui, MU sudah beberapa kali melakukan hubungan sesama jenis. Ia juga kerap mencari pria lain di jejaring media sosial untuk mau berhubungan dengannya.

Selain pasangan perilaku menyimpang MU dan AL, terpidana lain yang menjalani hukuman cambuk adalah RA dan IN atas kasus minuman keras (40x cambuk), dan pasangan ikhtilath (bercumbu), RM dan RIS (17x cambuk). (min)

Baca Juga...  Minyak Goreng Rp 14.000 per Liter Habis dalam Sekejap di Minimarket