Keuchik Buket Tiga Dinilai Hambat TK Karya Jaya

TK Karya Jaya Yayasan Darul Tarbiyah yang terhambat pengurusan izin.

LANGSA (RA) – Keuchik Gampong Buket Tiga, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, dinilai menghambat pendirian Lembaga Pendidikan Taman Kanak Karya Jaya Yayasan Darul Tarbiyah yang berada di gampong setempat, Minggu (31/1).

Sampai saat ini keuchik gampong dimaksud tidak mau mengeluarkan surat rekomendasi izin operasional dan keterangan domisili TK Karya Jaya, sebagai salah satu pemenuhan syarat administrasi pengurusan izin pendirian taman kanak.

“TK Karya Jaya ini sudah beroperasi selama 3 tahun di Gampong Buket Tiga, bahkan sudah memiliki anak asuh. Selain itu TK Karya Jaya ini juga sudah memiliki managemen lembaga pendidikan, tapi sayangnya sampai saat ini belum bisa mengurus izin pendirian resmi ke pemerintah karena terganjal syarat rekomendasi dari keuchik yang tidak diberikan,” kata Ketua Yayasan Darul Tarbiyah, Agung Suseno Seto.

Jelasnya, untuk pengurusan izin pendirian TK Karya Jaya ini, pihak Yayasan Darul Tarbiyah telah melakukan komunikasi dengan pimpinan gampong juga memenuhi persyaratan sesuai aturan yaitu memiliki rekomendasi dari UPTD Rantau Selamat Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur, dukungan masyarakat setempat, Tuha Peut Gampong Bukit Tiga serta dukungan Kepala Mukim Birem Timur.

Namun, kata ia, semua kelengkapan administrasi tersebut tidak bisa mengajukan pengurusan izin tanpa adanya surat rekomendasi dari keuchik. “Kita menilai sikap Keuchik ini tidak pantas sebagai pimpinan dan kita menilai Keuchik Gampong Buket Tiga secara sepihak menghambat pendirian TK Karya Jaya,” kata Agung.

Tidak Prosedural
Sementara itu, Keuchik Gampong Buket Tiga, Bambang saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya tidak memberikan rekomendasi pendirian TK Karya Jaya tersebut dikarenakan menilai proses pendiriannya tidak prosedural.

“Saat itu saya lupa tahunnya, tiba-tiba pihak yayasan datang mengajukan struktur pendirian dan meminta rekomendasi. Saya bilang mengapa tidak buat rapat dulu, apakah nama-nama dalam struktur itu tahu, tapi pihak yayasan tidak respon, jadi saya tidak mengeluarkan rekomendasi karena tidak mau bermasalah dikemudian hari ketika ada komplain dari warga atau tokoh lainnya,” ungkap Bambang.

Menurut Bambang, selama ini di Buket Tiga sudah ada lembaga pendidikan TK dan PAUD, namun belum memiliki faslilitas yang memadai. Jadi kalau ada yang mendirikan lagi lembaga pendidikan lainnya dirinya tidak keberatan sejauh sesuai prosedur. “Intinya saya minta bukti rapat berupa absensi, notuen, ART pendirian, sebagai dasar rekomendasi, juga konfirmasi dengan PLS Aceh Timur. Namun sampai saat ini mereka (Yayasan Darul Tarbiyah) tidak ada itu, jadi dasar saya teken apa,” kata keuchik. (dai/bai)