Petani Pidie Jaya Beralih ke Pupuk Non Subsidi

Rakyat Aceh

Harianrakyataceh.com – Beralasan pupuk bersubsidi jenis Urea dan Phonska selama ini tidak tersedia di kios-kios resmi, sehingga petani Pidie Jaya pada musim tanam rendengan (MTR) 2020/2021 ini terpaksa beralih ke pupuk non subsidi yang harganya mencapai dua kali lipat.

Bahkan dua kecamatan disana (Meurahdua dan Ulim) terparah karena sudah hampir dua bulan tidak ada pupuk.

Kekosongan pupuk bersubsidi di hampir semua kios resmi di Pidie Jaya bukan hal baru. Setiap musim tanam (MT) terutama saat dibutuhkan pupuk tidak tersedia di kios-kios. Kecuali petani yang jauh-jauh hari memesan (mengorder) pada kios melalui kelompok tani (poktan).

Beberapa pedagang resmi pupuk bersubsidi di Meureudu, Ulim dan Meurahdua yang dikonfirmasi Rakyat Aceh membenarkan, yang namanya pupuk bersubdisi kosong. Kalau pun masuk jatah yang diberikan sangat sedikit dan dalam tempo sekejap saja ludes terjual.

Seperti disampaikan Misbaruddin, UD Jiran Tani Jangkabuya. Nada sama juga disampaikan Jafaruddin, kios UD Jasa Martabat Meureudu. Beberapa kios lain juga mengungkapkan hal serupa.

“Urea jatah Januari tak masuk kendati uangnya sudah di stor ke distributor,” kata Usman, Kios UD Putra Tani Meurahdua.

Safri, distributor pupuk Urea bersubsidi yang dihubungi mengaku, pupuk urea jatah Januari 2021 tidak ditebus. Alasannya, karena data e_rdkk belum seluruhnya terupload. Sapri, berencana tebusnya akan digabung dengan bulan Februari.

Kadis Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie Jaya, drh Muzakir Muhammad MM yang ditanya Rakyat Aceh, membantah jika proses administrasi belum lengkap sehingga penebusan pupuk tertunda. “Itu tidak benat. Proses pada dinas semuanya sudah beres. Hanya saja oknum distributor itu sendiri yang bermasalah sehingga pupuk urea jatah Januari tidak ditebus hingga sekarang,” katanya.

Muzakkir menyebutkan, khusus Kecamatan Ulim dan Meurahdua, jatah pupuk urea untuk Januari 2021 tidak ditebus oleh distributor itu sendiri. Padahal, beberapa kios yang dihubungi bahwa uangnya sudah di stor, namun pupuk tak kunjung tiba. Permainan curang itu sudah beberapa kali terajdi. “Distributor model seperti itu terancam dicabut haknya,” kata Muzakir.

Distributor pupuk Urea dan Phonska, Drs H Muhammad Saidi yang ditanya melalui HP nya kemarin menyebutkan, hingga sejauh ini pihaknya tetap lancar dalam menebus pupuk. Urea untuk Bandardua dan Jangkabuya ia yang tangani dan untuk jatah Januari semuanya selesai ditebus. Begitu juga Phonska untuk sejumlah kecamatan baik Pidie Jaya maupun Pidie tidak ada masalah. (mag87/bai)