Pidie Jaya Terima 1.874 Vaksin, Bupati dan Wakil Bupati Disuntik Pertama

Petugas menurunkan vaksin dari mobil pengantar untuk disimpan di tempat penyimpanan khusus di Puskesmas Meurah Dua, Pidie Jaya. | IHKSAN/RAKYAT ACEH

Harianrakyataceh.com – Kabupaten Pidie Jaya telah menerima sebanyak 1.874 dosis/pcs vaksin covid-19. Vaksin tersebut akan diinjeksi kepada 1.882 orang tenaga kesehatan daerah itu, sebelumnya akan dilaunching tanggal 15 Februari 2021 kepada pimpinan daerah tokoh masyarakat lainnya.

Vaksin yang diterima Kabupaten Pidie Jaya sejumlah 1.874 pcs tersebut bermerk Sinovac diterima Plt Kadinkes Pidie Jaya, Edi Azwar, Asisten I Sekdakab Pidie Jaya, Abu Bakar Usman, Senin (1/2) kemarin. Vaksin tersebut disimpan di ruang penyimpanan khusus Puskesmas Meurah Dua dan dikawal khusus polisi.

Plt Kadinkes Pidie Jaya, Edi Azwar mengatakan, jumlah dosis vaksin yang telah diterima Kabupaten Pidie Jaya itu, kemudian akan didistribùsikan ke 12 Puskesmas dalam kabupaten itu sebagai lokasi vaksinasi untuk 1.882 tenaga kesehatan.

Selain 12 Puskesmas yang akan didistribusikan vaksin itu, satu rumah sakit umum daerah dan satu Poliklinik Polres Pidie Jaya juga menjadi lokasi vaksinasi untuk tenaga kesehatan itu. “Sebelum vaksisnasi dilakukan di 12 Puskesmas, satu rumah sakit dan Poliklinik Polres Pidie Jaya, terlebih dahulu akan dilaunching kepada 10 orang pada tanggal 15 Februari 2021 nanti,” terang Edi.

Katanya, 10 orang yang akan menerima dosis vaksin perdana di Kabupaten Pidie Jaya itu adalah Bupati dan Wakil Bupati, pimpinan DPRK, Forkompinda, tokoh masyarakat dan tokoh publik lainnya.

Saat proses vaksinasi itu, lanjutnya penerima vaksin itu akan terlebih dahulu diperiksa kesehatannya, sehingga benar-benar aman saat vaksin diinjek ke dalam tubuh. Kata Edi lagi, jika calon penerima vaksin itu memiliki riwayat penyakit atau pernah terkomformasi positif covid-19 tidak akan divaksin.

Lebih jauh juga diterangkan bahwa, usia penerima vaksin covid-19 tersebut adalah mulai usia 18 hingga 59 tahun. Sedangkan bagi ibu hamil dan ibu menyusui juga tidak akan disuntik vaksin. “Petugas vaksin atau vaksinator di setiap tempat vaksinasi adalah sebanyak lima orang vaksinator. Mereka telah diberikan pelatihan khusus,”pungkasnya. (san/bai)