Telan Dana Miliaran, Pasar Kuta Kareung Terbengkalai

Bangunan Pasar Ikan, Pelelangan Ikan, Pasar Sayur dan Kios di kawasan Kuta Kareung, Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara, Kota Lhokseumawe, terbengkalai. ARMIADI/RAKYAT ACEH

Harianrakyataceh.com – Bangunan Pasar Ikan, Pelelangan Ikan, Pasar Sayur dan Kios di kawasan Kuta Kareung, Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara, Kota Lhokseumawe, terbengkalai.

Pasar dibangun sejak tahun 2012 lalu, oleh Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe dengan menggunakan Dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp 2,1 miliar.

Kemudian,Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 500 juta untuk membangun jalan kelokasi pasar. Namun, hingga kini pasar yang dibangun dengan menelan dana miliaran rupiah itu tak kunjung difungsikan.

Ketua Komunitas Komunikasi Informasi Rakyat Aceh (K2IRA), Tgk Jamin, menyebutkan, dirinya sangat menyayangkan sikap Pemko Lhokseumawe yang tidak mampu mengfungsikan pasar yang telah dibangun tersebut. “ Ini kan aneh, terkesan Pemerintah hanya mampu menciptakan proyek saja, tapi masalah ada manfaat atau tidak untuk masyarakat itu nomor dua,” ungkapnya.

Ia mengatakan, beberapa tahun setelah pembangunan pasar itu terjadi penjarahan atap pasar rangka baja, konsen dan pintu pasar oleh orang tak dikenal. “Sungguh sangat disayangkan ketika itu, bangunan pasar yang telah dibangun sia-sia saja, karena tidak ada manfaat untuk masyarakat dan pedagang,” katanya.

Namun, lanjut dia, sekitar tahun 2018 Pemerintah Kota Lhokseumawe kembali mengalokasikan anggaran untuk merehab pasar tersebut. Seperti untuk kebutuhan rangka baja, seng, konsen dan pintu serta paving blok halaman pasar. “Kemarin, kami melihat kondisi pasar itu yang telah ditumbuhi rumput dan semak-semak di halaman pasar akibat belum difungsikan oleh Disperindagkop Lhokseumawe,” cetusnya.

Menurut dia, untuk mengfungsikan pasar itu tinggal menyediakan fasilitas listrik dan air bersih. Kemudian, dialihkan fungsikan dari pasar ikan, pelelangan ikan, pasar sayur dan kios untuk dijadikan sebagai pusat kuliner di Lhokseumawe. “Minimal pasar itu harus dihidupkan, agar bangunan yang sudah ada tidak sia-sia,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Lhokseumawe, Ramli, dikonfirmasi Rakyat Aceh, lewat telepon seluler terkait terbengkalai pasarnya tersebut, tidak berhasil hubungi. (arm/min)