Kadis PK Bireuen: Semua Sekolah Punya Peluang Sama Terpilih Mengikuti Program Sekolah Penggerak

Harianrakyataceh.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Bireuen berhasil membawa pulang program unggulan untuk menggenjot mutu pendidikan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI melalui LPPM Aceh dan Balai Pengembangan Paud, Dikmas Aceh.

Ada Dua Program unggulan yang berhasil diperoleh Dinas PK Bireuen setelah bersaing dengan Kabupaten/Kota di seluruh Aceh, yaitu program “Guru Penggerak” dan “Sekolah Penggerak”.

Program Guru Penggerak bertujuan untuk peningkatan kompetensi guru di Kabupaten Bireuen. Sementara program Sekolah Penggerak untuk peningkatan kapasitas sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas PK Bireuen, Drs M Nasir M.Pd kepada Rakyat Aceh, Selasa (2/2).

Disebutkan, program guru penggerak terdiri dari lima intervensi yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan, yaitu pendampingan konsultatif dan asimetris, penguatan SDM sekolah, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan berbasis data, dan digitalisasi sekolah.

“Pendataan dan invetarisir calon sekolah penggerak sudah mulai di data di Kabupaten Bireuen dan semua sekolah mempunyai peluang yang sama terpilih menjadi Sekolah Penggerak,” ujar M Nasir.

Di Aceh, sebutnya, ada empat Kabupaten/Kota yang terpilih ikut program sekolah penggerak yaitu Kabupaten Nagan Raya, Abdya, Banda Aceh dan Kabupaten Bireuen. Sedangkan untuk guru penggerak hanya dua Kabupaten yang terpilih di Aceh, yaitu Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Bireuen.

“Sebanyak 13 sekolah yang nantinya akan dipilih menjadi Sekolah Penggerak, yaitu jenjang SMP empat sekolah, SD tujuh sekolah, dan untuk jenjang TK dua sekolah,” jelas Kadis Pendidikan Bireuen.

Memastikan sekolah mana yang akan diikutkan dalam program tersebut, tim dinas sedang melakukan pendataan, mana sekolah yang layak ikut program penggerak dari puluhan sekolah di Bireuen.

“Adapun sekolah yang memiliki peluang besar mengikuti program tersebut, yaitu sekolah yang mempunyai komitmen tinggi untuk maju, bukan hanya dilihat dari fasilitas sekolah saja,” sebutnya.

“Manfaat untuk sekolah yang dipilih mengikuti program Sekolah Penggerak yaitu, meningkatkan hasil mutu pendidikan dalam kurun waktu tiga tahun ajaran, meningkatnya kompetensi kepada guru dan sekolah, percepatan digitalisasi sekolah, berkesempatan menjadi katalis perubahan bagi sekolah lain, mempercepat pencapaian profil pelajar pancasila, mendapatkan pendampingan intensif untuk transformasi sekolah, dan memperoleh tambahan anggaran untuk pembelian bahan ajar bagi pembelajaran dengan paradigma baru,” jelas putra asli Bireuen ini.

Penetapan dilakukan dalam waktu dekat karena program sekolah penggerak dimulai pada awal Februari 2021 mendatang. Setelah dipastikan mana sekolah penggerak, maka tim dari Kementerian akan turun melihat sekolah dan melakukan pelatihan bagi kepala sekolah, guru maupun komite sekolah untuk menjalankan program tersebut. (akh)