PT. MIFA Dalang Kerusakan Alam Laut Aceh Barat

Panglima Laot Lhok Langung Liasmi (kanan), didampingi Sekretaris Azhari Rachman (kiri)

Harianrakyataceh.com – Panglima Laot Lhok Langung Liasmi, menyampaikan kekesalannya terhadap perusahaan tambang PT. MIFA Bersaudara yang terkesan acuh terhadap keluhan nelayan lokal, Kabupaten Aceh Barat.

Menurut Liasmi, PT. MIFA Bersaudara adalah dalang utama penyebab kerusakan ekosistem Laut di pesisir kabupaten Aceh Barat. Berdasarkan laporan nelayan, ia selaku pimpinan kelembagaan panglima laot Lhok Langung, tetap harus menerima keluhan tumpahan material batu bara.

“MIFA sangat mengganggu mata pencarian kami, selaku nelayan lokal. Biasanya kami dengan mudah mendapatkan ikan, namun pasca tumpahan batubara berceceran di dalam laut, ikan sudah sulit didapatkan. Untuk mendapat ikan, maka nelayan harus mengeluarkan modal lebih besar untuk melaut karena posisi ikan mulai jauh dari bibir pantai,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Panglima Laot Lhok Langung Azhari, yang juga Keuchik Gampong Peunaga Rayeuk meminta agar pihak perusahaan PT. MIFA segera mencari solusi terbaik bagi nasib nelayan tradisional.

“Dulu kami masih bisa memakai pukat tarek, tapi jika sekarang sudah tidak bisa lagi. Sama saja, jika kami tarek, bukan ikan yang dapat, tapi batubara,” keluhnya.

Azhari minta perusahaan tambang batubara harus bertanggung jawab dengan keadaan yang merugikan kalangan nelayan. Ia berharap harus segera ada solusi bagi nelayan lokal Aceh barat agar dapat melanjutkan kehidupan lebih baik.

“Jangan perusahaan itu mau enaknya saja, yang di rugikan kami nelayan, kami akan segera menuntut keadilan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Azhari mengaku akan membangun komunikasi dengan berbagai stakeholder lainnya, demi menjelaskan kondisi yang sedang nelayan alami hingga agenda menuntut keadilan.

“Lucu, kami merasa terusir di wilayah sendiri. Dulunya laut di belakang rumah kami ini mampu menjadi sumber ekonomi, tapi sekarang sudah tidak menghasilkan apapun lagi,” tutup Azhari. (den/rus)