Diskusi Tambang Batubara, Lentera Atjeh Minta Warga Pahami Masalah

Harianrakyataceh.com – Lentera Atjeh kembali menggelar diskusi publik terkait dampak tambang di Aceh Barat pada Jumat (5/2) di warkop Abu Coffee desa Meureubo. Kegiatan bertajuk “Tambang solusi atau masalah”.

Diskusi tambang kali ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, seperti organisasi kepemudaan termasuk pemuda gampong pesisir Aceh Barat, organisasi mahasiswa se – Aceh Barat, Lembaga Swadaya Masyarakat, aktivis lingkungan, akademisi serta masyarakat nelayan korban tambang.

Diskusi publik kali ini menghadirkan dua narasumber, Diantaranya Dr. Fajran Zain (Direktur Aceh Institute) serta hadir juga praktisi hukum yang berdomisili di Jakarta Nurul Wahyuni, SH. Adv (Advokad).

Dalam sambutannya, ketua Lentera Atjeh Nofrizal, S. AN,. Menjelaskan maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan diskusi tersebut.

“Tujuan Lentera Atjeh mengadakan kegiatan diskusi ini adalah sebagai wadah edukasi terhadap masyarakat. Saat ini masyarakat adalah korban dari kezhaliman perusahaan tambang, seperti nelayan Aceh Barat hari ini sudah jadi korban pencemaran laut, ada juga pencemaran sungai bahkan pencemaran udara akibat debu batu bara,” ungkapnya.

“Masyarakat tidak tau harus mengadu nasib kepada siapa. Oleh sebab itu kami siap mengambil peran untuk mengedukasi masyarakat serta ikut serta mengadvokasi masyarakat dengan elemen lainya agar masyarakat mendapat keadilan,” kata Nofrizal.

Nofrizal juga menyebutkan keseriusan Lentera Atjeh dalam mengedukasi masyarakat.
“Kita siap melakukan diskusi yang bersifat edukatif paling sedikit dua kali dalam satu minggu, meski dalam kapasitas yang terbatas. Kita konsisten mengawal masalah ini sampai selesai,” tutup Nofri. (den)