Pelaku Seksual Terhadap Anak Dihukum Maksimal

Darwati A Gani, anggota DPRA Komisi I.

Darwati A Gani
REDELONG (RA) – Para pelakunya kejahatan seksual terhadap anak harus dituntut dengan hukuman maksimal. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Darwati A Gani, anggota DPRA Komisi I menyikapi maraknya kasus di Bener Meriah, Jumat (5/2).

Pihaknya mengaku, langsung melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait di Kabupaten Bener Meriah untuk membahas langkah-langkah pencegahan terjadinya kasus kekerasan seksual terhadap anak.

“Dipertemuan tadi semua kita sepakat, kasus kekerasan seksual terhadap anak itu adalah kejahatan kemanusian yang luar biasa, sehingga para pelakunya itu harus dituntut dengan hukuman maksimal,” kata Darwati A Gani.

Menurutnya, Dinas P2TP2A Kabupaten Bener Meriah, serta perwakilan kejaksaan, kepolisian dan Mahkamah Syar’iyah sangat sependapat. ”Nah, selain menghukum pelaku, kita juga harus memikirkan pencegahan, memberikan sosialisasi-sosialisasi ke masyarakat agar lebih menjaga dan melindungi anak-anak,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini juga dibutuhkan rumah aman bagi korban kekerasan seksual. “Tidak ada tempat selama ini yang nyaman bagi seorang anak yang menjadi korban. Tadi Dinas P2TP2A menyampaikan selama ini mereka kekurangan dana, demikian juga bagi para pendamping paralegal yang menangani,” ujarnya.

Ia juga mengaku miris melihat pelaku kejahatan kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak yang kebanyakan orang-orang terdekat. “Bahkan, ada juga pelakunya itu oknum guru ngaji dan tetangga. Intinya pelaku kebanyakan adalah orang-orang terdekat korban,” jelasnya.

Semestinya katanya, mereka ini adalah orang-orang yang melindungi anak tersebut, tapi dalam kenyataan dari kasus-kasus seperti ini yang menjadi pelaku adalah orang-orang terdekat. “Ini juga harus menjadi perhatian kita bersama terutama bagi seorang ibu dan seorang ayah semestinya harus melindungi anak-anaknya agar terhindar dari masalah-masalah seperti ini,” tegasnya Darwati. (uri/bai)