Ustaz Abdul Somad saat memberikan Tausiyah Nasional bertajuk "Kode Etik Jurnalistik Dalam Perspektif Islam" di acara Ulang Tahun Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) ke-1 pada Senin (8/2)/Net
Harianrakyataceh.com – Ada tanggungjawab dunia dan akhirat bagi wartawan dalam menyampaikan sebuah berita. Apabila seorang wartawan menyampaikan berita dengan baik dan benar maka pahala akan didapatkannya.
Begitu kata dai kondang Ustaz Abdul Somad saat memberikan Tausiyah Nasional bertajuk “Kode Etik Jurnalistik Dalam Perspektif Islam” di acara Ulang Tahun Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) ke-1 pada Senin (8/2).

“Bahwa orang yang menyampaikan berita yang benar dia mendapat pahala,” kata UAS, sapaan karib Ustaz Abdul Somad.

Menurut UAS, ketika wartawan menyampaikan berita yang tidak benar maka sesungguhnya ada dua hukuman yang akan didapat yakni hukuman di dunia dan akhirat.

Sebab, apabila berkhianat karena dia tidak punya amanah ilmiah maka akan mendapatkan imbalannya.

“Amanah adalah lawannya khianat. Ada amanah dalam berita. Ini lebih mengerikan ketika orang mempermainkan berita hanya untuk ‘setengah sayap nyamuk’ atau dunia. Jadi ada balasan luar biasa karena dia sudah menebar kebaikan,” kata UAS.

UAS menambahkan, setiap orang yang beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW, maka dia akan melihat segala balasan perbuatannya yang dia terima hari ini.

“Sebesar biji sawi pun dia sampaikan, menginspirasi orang lain, maka dia akan mendapatkan keberkahannya,” tuturnya.

“Dan sebesar tapak kaki semut yang hitam diatas bukit yang hitam di malam yang kelam, kalau itu menimbulkan masalah maka dia juga akan mendapatkan dosanya,” sambungnya.

“Dan kita berharap apa yang kita lakukan hari ini tidak sekadar dunia oriented. Tapi diisi dengan semangat spiritualitas ada semangat iman didalamnya. Sehingga kita menjadi orang-orang yang bertanggungjawab dalam setiap tulisan, berita, apapun yang kita tebarkan,” demikian UAS.

Turut hadir sejumlah tokoh dalam Ultah ke-1 JMSI tersebut antara lain; Ketua Umum JMSI Teguh Santosa, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua KPK Firli Bahuri.

Kemudian, Ketua Dewan Pakar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban, Rektor UKSW Neil Samuel Rupidara, dan Ekonom Senior INDEF Prof Didik J. Rachbini.

EDITOR: AHMAD KIFLAN WAKIK