Aparat Keamanan Tahan Kapal Pesiar Rusia

IST/RAKYAT ACEH Kapal milik rusia yang lego jangkar tanpa izin di sekitar Pulau Rusa, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, diperiksan tim gabungan, Senin (8/2).

BANDA ACEH (RA) – Tim gabungan aparat keamanan mengamankan kapal asing La Datcha George Town milik Rusia yang lego jangkar di perairan sekitar Pulau Rusa, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Senin (8/2).

Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Wahyu Widada M phil, melalui Dirpolairud Polda Aceh Kombes Pol Hadi Purnomo SH MH dan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy SH SIK MSi dalam siaran persnya mengatakan, kapal yang berada di perairan Aceh Besar itu membawa penumpang sebanyak 18 crew dari Maladewa menuju Singapura.

Sementara identitas kapal asing itu merupakan dari Perusahaan Kapal Damen Shipyards, tipe Kapal Commercial Vessel, nomor pembuatan 144 IN 2020 George Town, Nomor Seri Kapal 749575, panjang 76.98, tinggi 14.00 dan lebar 6.55.

Kronologis penjaringan kapal asing berawal informasi diterima personel Polsek Lhoong, Polres Aceh Besar Jumat Jumat (5/2) lalu sekitar pukul 14.48 WIB, terlihat kapal pesiar berbendera belum diketahui sedang lego jangkar di perairan sekitar Pulau Rusa Kecamatan Lhoong Kabupaten Aceh Besar.

Setelah menerima informasi tersebut, personel Subditgakkum Ditpolairud Polda Aceh berkoordinasi dengan KSOP Malahayati, Kanwil Imigrasi Banda Aceh, Kanwil Bea Cukai Prov Aceh dan Karantina Kesehatan Provinsi Aceh untuk menanyakan apakah kapal asing tersebut telah melaporkan kedatangannya di teritorial Indonesia.

“Hasil koordinasi dengan instansi terkait, kapal pesiar asing La Datcha belum melaporkan kedatangannya di wilayah Indonesia, khususnya Provinsi Aceh,” kata Kabid Humas.

Selanjutnya hasil pengecekan Automatic Identification System dari kapal tersebut menunjukkan kapal La Datcha tidak menghidupkan AIS dan tidak menjawab panggilan radio. Koordinasi lintas instansi menunjukkan kapal tersebut telah melakukan beberapa pelanggaran dengan lego jangkar di wilayah teritorial Indonesia tanpa izin.

Selanjutnya, Senin (8/2) pukul 08.00 WIB, personel Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Aceh bersama-sama dengan intansi terkait yaitu TNI AL, Bea Cukai, Imigrasi, Ditintelkam Polda Aceh, Intel Kodim Banda Aceh, Dinas Karantina kesehatan dan Badan Intelijen Negara berjumlah 28 personel berangkat dari dermaga Ditpolairud Polda Aceh menuju lokasi kapal pesiar La Datcha lego jangkar menggunakan Tactical Boat Ditpolairud Polda Aceh dan kapal milik Kanwil Bea Cukai Aceh.

Sekitar pukul 09.15 WIB, tim pemeriksa tiba di lokasi lego jangkar kapal pesiar La Datcha dan Kapal Angkatan Laut Iboih dengan Komandan Kapal Kapten Laut (P) Surya Dharma dari Lanal Sabang telah sandar di Kapal Pesiar La Datcha.

Tim kemudian naik ke Kapal Pesiar La Datcha diterima oleh Alexander Baronjan selaku nahkoda pada kapal La Datcha. Kemudian diketahui kapal tersebut berangkat dari Maladewa menuju Singapura, dan singgah di periaran Pulau Rusa sejak tanggal 4 Februari 2021. Namun untuk melanjutkan perjalanan ke Singapura belum dapat ditentukan jadwal berangkatnya.

Kemudian AIS (Automatic Identification System/Sistem Identifikasi Otomatis) tidak dapat dihidupkan karena generator sedang tidak stabil. Para crew kapal La Datcha George Town bersedia untuk dilakukan pemeriksaan dan melengkapi semua administrasi yang dibutuhkan. Para ABK bersedia menuju ke perairan Ulee Lheu, Kota Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan dan melengkapi administrasi lebih lanjut.

Bendera Merah Putih tidak dikibarkan karena belum meminta izin kepada pihak otoritas pelayaran untuk memasuki perairan Indonesia. Selama berada di perairan Pulo Rusa hanya menikmati wisata dan snockling untuk melihat keindahan taman laut.

“Setelah dilakukan pemeriksaan maka patut diduga Kapal La Datcha telah melakukan pelanggaran UU Pelayaran antara lain tidak memberitahukan aktivitas lego jangkar di wilayah Pulau Rusa Kecamatan Lhoong, tidak menaikkan bola-bola hitam sebagai tanda apabila kapal tersebut dalam keaadaan rusak, tidak mengibarkan bendera kebangsaan Indonesia saat melintas/beraktivitas di wilayah teritorial Indonesia dan tidak menyalakan AIS,” kata Kabid Humas.

Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut dan pelaksanaan SWAB PCR terhadap crew kapal pesiar La Datcha di Ad Hoc oleh KAL Iboih ke pelabuhan Ulhe lheue.

Informasi dari Komandan Kapal Angkatan Laut Iboih, pelaksanaan penyidikan kapal pesiar La Datcha akan dilakukan oleh penyidik Angkatan Laut di Lanal Sabang.

“Untuk kepentingan tersebut, setelah hasil Swab PCR Crew Kapal telah keluar maka kapal pesiar La Datcha akan ditarik ke Pangkalan Lanal Sabang,” kata Kabid Humas sembari mengatakan untuk rencana lebih lanjut, akan dilakukan koordinasi lintas sektoral terkait penanganan Kapal Pesiar La Datcha. (ril/ra)