Ini Pemenang Lomba Menulis *Harapan Perubahan Aceh Hebat*

Pemenang lomba menulis artikel saat menerima hadiah di Lhokseumawe, Senin (8/2). Antara Aceh/Dedy Syahputra

LHOKSEUMAWE – Tim juri lomba menulis artikel tentang ‘Harapan Perubahan untuk Aceh Hebat’ digelar Universitas Malikussaleh mengumumkan 16 pemenang.

Ketua Panitia Lomba Teuku Kemal Fasya di Lhokseumawe, Senin, mengatakan kegiatan tersebut telah dimulai sejak awal Januari 2021 dengan proses sosialisasi dan iklan yang dilakukan, baik di media massa baik cetak atau online.

“Secara umum peserta cukup banyak mencapai 116 orang, terdiri 66 mahasiswa dan 50 siswa. Para peserta berasal dari perguruan tinggi dan siswa sekolah unggul di Aceh,” kata Teuku Kemal Fasya.

Untuk proses penilaiannya, kata Teuku Kemal Fasya, melalui tahap kualifikasi. Tim kualifikasi akhirnya memilih 20 artikel terbaik dari mahasiswa dan 15 dari siswa.

Dari penilaian akhir terpilih pemenang yaitu kategori mahasiswa yakni juara satu Fitri Hardiyanti (UIN Ar-Raniry, Banda Aceh), juara dua Ihsanul Fikri Hutabarat (Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe), dan juara tiga Fadhil Mubarak Aisma (Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Ummul Ayman, Pidie Jaya).

Untuk kategori siswa, juara satu Cut Syifa Humaira (SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe), juara dua Cut Sari Ramadhani (SMAS Sukma Bangsa Pidie) dan juara tiga Azyumardi Azra (SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe).

“Selain itu juga terdapat lima juara favorit dari masing-masing kategori dan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp500 ribu serta sertifikasi penghargaan lomba menulis artikel,” jelasnya.

Untuk juara satu setiap kategori mendapatkan hadiah uang sebesar tiga juta rupiah, untuk juara dua mendapatkan hadiah uang sebesar Rp2,5 juta dan Juara tiga mendapatkan hadiah uang sebesar dua juta rupiah.

Teuku Kemal Fasya mengatakan, semua peserta yang mengirimkan naskahnya akan mendapatkan e-sertifikat yang dikirimkan melalui media virtual secara digital. Rektor Universitas Malikussaleh Herman Fithra mengatakan lomba tersebut merupakan upaya meningkatkan kualitas literasi generasi muda.

“Dengan adanya perkembangan literasi yaitu daya baca dan tulis dimiliki generasi belia, akan membantu mendongkrak indeks kemajuan dan kesejahteraan Aceh, sehingga bisa bersaing dan bukan hanya sebagai penonton,” kata Herman Fithra. (jpg/icm)