Tidak Diberikan Akses, Wartawan Pertanyakan Vaksinasi di Bener Meriah

Harianrakyataceh.com – Berbeda dengan daerah lain yang dilaksanakansecara terbuka pelaksanaan Vaksinasi di Kabupaten Bener Meriah malah dinilai tertutup dan tidak diberikan akses untukwartawan yang melakukan peliputan di salah satu ruangan RSU Muyang Kute Bener Meriah, Rabu (10/2).

Ketua Sekretariat Wartawan Bener Meriah (Sekber) Yusuradimenyampaikan hanya tersedia layar proyektor proses launching yang dihadiri oleh Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi, dan calon wakil Bupati Bener Meriah Dailami serta seorang anggota DPRK Bener Meriah Darwinsyah.

Ia menambahkan, selain gambar yang tidak terlihat terangtidak ada suara yang bisa didengar sehingga wartawan tidak bisa menyimakkegitan yang sedang dilakukan di dalam ruangan tersebut.   Menurutnya wartawan yang melakukan peliputan juga terlihatbingung dengan kegitan vaksinasi perdana yang dilakukan di Bener Meriah. “ Kitatidak bisa menggambarkan apa yang dilakukan di dalam sana sehingga kita tidak bisamemberikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” tegasnya.

Seharusnya katanya, satgas memberi akses kepada wartawanuntuk melakukan peliputan agar sosialisasi vaksinasi ini tidak dipertanyakan. Salah seorang perwakilan Satgas Penangan Covid di BenerMeriah Hendra Yenko Faruly kepada Rakyat Aceh menyampaikan, pelaksanaan vaksindilakukan serentak di seluruh Aceh. “Kegiatan hari ini sebagai gran launching di KabupatenBener Meriah dan sebagai pemberitahuan kepada masyarakat bahwa vaksin itudiperlukan untuk mengatasi pandemic Covid-19,” ujarnya.

Disebutkan,  sebagian  Forkopimda  hari ini sudah dilakukan vaksin dan ada beberapaforkopimda juga yang tidak hadir karena berhalangan. ” Kegiatan ini jugamerupakan bentuk dukungan pemerintah daerah bahwa vaksin ini diperlukan di masapandemik,” jelasnya.

Menurutnya, vaksinasi yang dilakukan tidak tertutup namun instruksidari pusat mencegah. “ Ini kan ruangan nya kita istilahkan dalam bentuk virusjadi kita mencegah kerumunan yang tidak kita kehendaki,” ungkapnya.

Ia menambahkan,  memilikiyoutube streaming yang sudah di share ke beberapa temannya  untuk mengikuti itu. “Kita sudah mewakilkan kehumas, TNI Polri untuk menyaksikan dan nanti  akan kita  beri kebebasan untuk wartawan konferensi pers,”tegasnya.

Menyikapi permasalahan tersebut Ketua Persatuan WartawanKabupaten Bener Meriah (PEWABER) Mashuri menyampaikan seharusnya Satgas dapatmemberi ruang kepada wartawan agar proses sosialisasi dapat diketahui public.

Disebutkanya, pelaksanaan Vaksinasi perdana merupakan bagiandari sosialisasi untuk meyakin kan masyarakat Bener Meriah agar bersedia divaksin untuk glombang selanjutnya.

” Seperti kita ketahui bersama saat ini kanmasyarakat masih banyak yang mempertanyakan vaksin sehingga pelaksanaannya perludilakukan secara terbuka dan diketahui oleh publik,” tegasnya. (uri)