Ket Foto: Abu Saba setelah membuat surat laporan Polisi Diraja Malaysia, Daerah Dang Wangi Kuala Lumpur Malaysia. Foto ist

Harianrakyataceh.com – Pesan whatsapp penipuan yang mencatut nama Nazaruddin Bin Ismail (Abu Saba) dan Faisal Bin Ilyas (Haikal), tim H. Sudirman atau Haji Uma anggota DPD RI yang selama ini berdomisili di Malaysia, aksi penipuan ini sudah berlangsung sejak tanggal 07 Februari 2021, dengan menargetkan warga Aceh di Malaysia dan di Provinsi Aceh.

Haji Uma ikut membenarkan kejadian tersebut dan menyarankan Abu Saba untuk melaporkan kepada pihak berwajib di Malaysia “Benar, Abu Saba sudah memberitahukan kepada saya terkait aksi penipuan yang mencatut namanya dan saya sudah menyarankan Abu Saba untuk melaporkan kepada kepolisian setempat yang ikut ditembuskan kepada KBRI Kuala Lumpur,”  ungkap Haji Uma

Abu Saba selama ini cukup dikenal oleh warga Aceh di Malaysia dalam berbagai aksi sosialnya membantu pemulangan Jenazah, orang sakit dan orang terlantar warga Aceh di Malaysia ke tanah air yang selama ini gencar dilakukan Haji Uma bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.

Awalnya pelaku melakukan aksinya dengan mengaku sebagai Abu Saba, menggunakan nomor whatsapp seluler 083192444530 dan memasang foto profil Abu Saba kemudian mengelabui targetnya dengan menawarkan jasa dan meminta bantuan dana untuk warga Aceh yang tertimpa musibah di Malaysia.

Untuk target korban warga Aceh di Indonesia, pelaku mengirim pesan whatsapp yang menawarkan jasa pengurusan masuk ke Malaysia melalui jalur illegal dengan biaya 4 juta per orang, sebagai tanda jadi, terlebih dahulu pelaku meminta korban mengirimkan sejumlah uang untuk bocking tiket dengan besaran dana yang bervariasi melalui rekening bank BNI nomor: 0971816933 atas nama Zulkifli, begitu juga sebaliknya pelaku menawarkan jasa bagi warga Aceh di Malaysia yang hendak kembali ke Provinsi Aceh.

Pelaku meyakinkan korban bahwa setiap minggu 4 kali pulang pergi Aceh-Malaysia membawa 10 orang TKI setiap kali pulang pergi melalui jalur laut yang tidak resmi.

Selain menawarkan jasa keluar masuk TKI, pelaku juga mengelabui targetnya dengan meminta bantuan dana untuk ongkos pulang dirinya dari Batam ke Aceh, dengan alasan tidak ada lagi dana setelah membantu pemulangan orang sakit dari Malaysia, padahal sampai saat ini Abu Saba masih berada di Malaysia bersama keluarganya.

Sejak memulai aksinya dari tanggal 07 Februari sampai tanggal 10 Februari 2021, pelaku diyakini sudah melakukan penipuan terhadap puluhan orang, hal tersebut diketahui Abu Saba setelah 17 orang warga Aceh di Malaysia dan di tanah air menghubunginya, yang menanyakan kebenaran komunikasi dirinya dengan pelaku yang mengaku sebagai Abu Saba.

“Dari 17 orang yang menghubungi saya, 4 diantarnya sudah mengirim sejumlah uang ke rekening yang ditunjuk pelaku” Ungkap Abu Saba.

Untuk menghindari permasalahan hukum dikemudian hari, Abu Saba telah melaporkan penipuan ini kepada kepolisian Diraja Malaysia daerah Dang Wangi Kuala Lumpur pada tanggal 07 Februari 2021 yang diterima oleh KPL. Rohana Binti Ilyas dengan menyerahkan bukti-bukti screenshot komunikasi pelaku dengan korban.

Abu Saba menambahkan untuk menghindari penipuan serupa, kepada siapa saja yang dihubungi mengatasnamakan Abu Saba, untuk terlebih dahulu melakukan video call agar dapat memastikan kebenaran identitas dirinya.

Selain mencatut nama Abu Saba, pelaku juga melakukan aksi yang sama dengan mencatut nama Haikal untuk meminta sejumlah uang kepada korban dengan dalih permintaan Abu Saba untuk membantu warga Aceh yang tertimpa musibah yang sedang diurus oleh Abu Saba untuk dipulangkan ke Aceh.

“Kita berharap kepada seluruh warga Aceh baik di Malaysia ataupun di Aceh untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap aksi penipuan yang mencatut nama kami” tambah Haikal. (ra)