Pelihara Ratusan Ternak, Pemuda Kreatif Ini Pantas Ditiru

Harianrakyataceh.com – Tidak mau berpangku tangan, hanya menghitung bintang dan bulan dilangit, mengharapkan hasil besar tanpa usaha. Tidak akan terwujud bila tak dikerjakan dengan sungguh sungguh dan dengan tangan sendiri.

Ingat, Nabi Daud saja, melakukan usaha dengan tangan nya sendiri dikenal sebagai pembuat besi. Begitu juga Nabi Muhammad sebelum menjadi Rasul mengembala hewan ternak hingga ke negeri Syam bersama pamannya.

Ini pula yang dipraktekkan pemuda Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Shiddiq Jonson, dengan memelihara hewan ternak mulai dari ayam bebek (itik serati) hingga kambing.

Pemuda asal Gampong Bakau Hulu Kecamatan Labuhanhaji Aceh Selatan ini sudah lama meninggalkan kampung halamannya. Kini pria berusaha 30 tahun ini tergolong sukses di ibukota provinsi Aceh.

Bagi Shiddiq, dengan di pandemi Covid-19 banyak pemuda yang tidak tahu mengerjakan usaha yang cocok. Bahkan banyak usaha kolep karena di pandemi covid19 disebabkan tidak ada perputaran ekonomi.

“Saya melakukan usaha ini sejak tahun 2019, saat pandemi covid19. Saat ini ada ribuan bebek yang saya pelihara,” ujar Shiddiq saat disambangi Harian Rakyat Aceh, Kamis (11/2/21).

Bebek (itik serati, red) tergolong peliharaan hewan langka, tidak sama dengan bebek biasa. Bebek ini dijual mencapai Rp 250 ribu perekor nya.

Dengan kegigihan dan ketekunannya membuka usaha pelihara bebek sudah mempekerjakan 7 orang tenaga kerja dari gampong tersebut.

Baginya tidak ada waktu bersantai santai dan berleha leha lagi. Apalagi sudah berkeluarga harus bisa menjaga waktu yang disiplin supaya ada penghasilan. Belum lagi tinggal di kota semuanya harus pakai uang.

Kata Shiddiq, ia tertarik membuka usaha ini setelah melihat prediksi dan menghindari dari kerumunan. Dengan usaha ini berharap selain menghidupi ekonomi keluarga bisa membantu orang lain.

Baca Juga...  Aliansi Muslimat Aceh Minta DPRA Tolak RUU TPKS

Tak hanya itu, Shiddiq yang pernah kuliah di perguruan tinggi di Aceh jurusan pariwisata, tidak ada ilmu tentang usaha ternak tersebut. Untuk itu belajar dari media sosial maupun di youtube, terutama melakukan penetasan telor supaya bisa menjadi bibit.

“Untuk penetasan dari telor menjadi bibit saya rakit sendiri dari lampu listrik,” jelas Shiddiq.

Tak hanya bebek yang sudah besar bisa dijual ke pasar. Namun ketika masih bibit dijual dengan harga Rp15.000 perekor.

Saat ini dengan kegigihannya ia menghasilkan puluhan juta setiap bulannya. Sebagai pemuda yang sukses di ibukota menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya dalam melakukan usaha. (rus).