Terkait Temuan Makam Purbakala di Lambada, Zulfikar Azis Sarankan Balai Cagar Budaya Turun ke Lokasi

Harianrakyataceh.com – Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Zulfikar Aziz, menyarankan Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh (BPCB Aceh),Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia, segera mengirimkan tim arkeolog ke situs makam purbakala yang ditemukan di kawasan gerbang tol Lambada, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar.

“Kita mendorong pihak berkompeten untuk turun langsung ke lapangan memastikan keberdaan situs tersebut dalam hal ini otoritas UPTD Balai Cagar Budaya supaya tidak ada keresahan masyarakat dengan informasi yang simpang siur,” ujarnya Kamis (11/2).

Zulfikar berharap, Tim Balai Cagar Budaya bisa secepatnya turun ke lokasi untuk melakukan penelitian terhadap sejumlah makam purbakala di Gampong Lambada. Apalagi mengingat di sekitar kawasan tersebut sedang dibangun salah satu proyek strategis nasional, yaitu jalan tol Aceh Besar – Sigli.

“Kita harap bisa segera disikapi, apalagi temuan ini sangat menyedot perhatian publik, termasuk media. Bahkan anggota DPR RI Nasir Djamil bersama aparat terkait juga sudah turun langsung ke lokasi,” kata politisi PKS ini.

Bahkan sebelumnya, tim Komunitas Peubeudoh Sejarah, Adat dan Budaya (Peusaba) Aceh, sudah lebih dulu turun ke lokasi. Mereka mendapati sejumlah makam purbakala, bahkan beberapa batu nisan sudah bergeser akibat adanya pekerjaan proyek pembangunan jalan tol.

Pada batu nisan juga terlihat memiliki ciri khas ukiran dan batu nisan berbentuk bulat memanjang.

Menurut Ketua Peusaba Aceh, Mawardi Usman, menduga bahka kawasan tersebut merupakan situs makam raja-raja dan makam para ulama Aceh pada era Kesultanan Aceh Darussalam.

Dia mengaku sangat terkejut dengan kabar bahwa pihak pembangunan proyek Jalan Tol Kajhu berencana merusak dengan memindahkan kompleks situs purbakala tersebut.

“Kita mengingatkan bahwa dalam proyek pembangunan jalan Tol Pandaan Malang Jawa Timur tahun lalu juga telah ditemukan situs sejarah purbakala, kemudian jalan tol diubah dan digeser, hal yang sama harusnya juga dilakukan untuk melindungi makam purbakala di Kawasan Situs Sejarah Kajhu Aceh Besar,” ujarnya sebagaimana dilansir dari rri.co.id.

Baca Juga...  Polisi Ungkap Pembakaran Mobil, Tiga Pelaku Diamankan

Menurutnya, kawasan Situs Sejarah Kajhu yang ada di Baitussalam, adalah kawasan khusus era kesultanan Aceh Darussalam yang tunduk dan diperintah langsung dibawah Sultan yaitu diantaranya meliputi kawasan Kajhu, Cadek, Lambada, Kuala Gigeng dan sekitarnya. Kawasan ini merupakan kawasan penting era Kesultanan Aceh Darussalam.

“Kawasan Kajhu sejak dulu terkenal sebagai tempat kediaman para keluarga Raja,” bebernya.

Kata Mawardi, sejarah mencatat Tuanku Hasyim Banta Muda (1848-1897) Wali Sultan Muhammad Dawod Syah dan Panglima Perang Aceh yang melawan Van Swieten, dilahirkan disini. Kawasan ini juga dikenal sebagai tempat berdiam Wazir Sultan Panglima Paduka Sinara yang juga Ulebalang Pulau Weh.

Terdapat juga Ulebalang lain yang terkenal Teuku Paya Ulebalang Mukim Paya dan Lambada, beliau adalah anggota Dewan Delapan yaitu 8 pembesar Aceh yang melakukan lobi melawan Belanda di Penang. Ketika Perang Aceh terjadi, Teuku Paya mengirimkan surat kepada Presiden Amerika U.S. Grant (1869-1877) dan kepada Presiden Perancis (1873-1879) Marshal Mc Mahon.

“Terdapat situs sejarah pemakaman para pembesar kesultanan Aceh Darussalam di Gerbang Jalan Tol Kajhu Cot Paya Aceh Besar, kompleks situs purbakala berusia ratusan tahun tersebut saat ini dalam kondisi terancam hilang dan musnah oleh proyek jalan tol,” ungkapnya.

Ketua Peusaba meminta semua pihak agar belajar dari penemuan situs purbakala dalam pembangunan proyek jalan tol Pandaan Malang di Jawa Timur yang menggeser jalan tol untuk menyelamatkan situs, sehingga Peusaba berharap Kapolsek dan Muspika Baitussalam bersama pihak proyek jalan tol juga dapat menyelamatkan situs sejarah di proyek Jalan Tol Kajhu.

“Jangan memindahkan dan merusak situs sejarah atau akan kualat dan tertimpa bala bencana,” tegasnya lagi. (ra)

Baca Juga...  Aliansi Muslimat Aceh Minta DPRA Tolak RUU TPKS