Pembentukan Desa Bersinar Prioritas Kepala BNNK Bireuen

BIREUEN (RA) – Program Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba) merupakan program unggulan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bireuen.

“Target BNNK di tahun 2021 yaitu pembentukan Desa Bersinar. Karena dari desa memulai memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya Narkoba,” ujar Kepala BNNK Bireuen yang baru, AKBP Trisna Safari Y kepada Rakyat Aceh, Senin (15/2) di ruangan Meeting kantor BNNK setempat.

Informasi dihimpun, kriteria yang membuat desa-desa layak disebut sebagai percontohan desa bersinar antara lain adalah telah melaksanakan program sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba (P4GN) secara mandiri atau inisiatif perangkat desa sendiri.

Selain itu, telah membuat regulasi tentang P4GN dan Pembentukan satgas, Surat Edaran untuk masyarakat. Hal yang tak kalah pentingnya adalah membuat himbauan-himbauan melalui berbagai media seperti pemasangan spanduk anti narkoba.

Sementara Kasi P2M BNNK, Wardiah AMd Keb dalam forum diskusi bersama mitra organisasi Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Bireuen mengatakan, Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 menjadi rujukan dasar hukum dan pengaturan Pencegahan Narkoba. Dalam UU ini meliputi segala bentuk kegiatan dan/atau perbuatan yang berhubungan dengan Narkotika dan Prekursor Narkotika.

Disebutkan, Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2018 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba belum ada turunan di Bireuen.

“Qanun tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba belum di masukkan ke dalam pembahasan DPRK Bireuen, namun pihak BNNK Bireuen sudah pernah mengusulkan terkait Qanun turunan tersebut kepada dewan, tapi belum di iyakan di tahun 2021,” ujar Ibu War.

Saat dikonfirmasi media ini, Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar, S.Sos melalui Sekretaris Dewan (Sekwan), Said Abdurrahman S.Sos mengatakan, rancangan Qanun tersebut sudah pernah di bahas dan sudah dimasukkan kedalam instrumen perencanaan program pembentukan Peraturan Daerah (Prolegda).

“Sudah pernah dibahas di tahun sebelumnya, tapi belum siap. Dan akan dibahas kembali hingga selesai, karena qanun tersebut sangat penting,” ujar Sekwan Bireuen. (akh)