Sekda Aceh Taqwallah, menerima kunjungan kerja Komisi IX DPR RI dalam rangka membahas penerapan Protokol Kesehatan di gedung serbaguna setda Aceh, Banda Aceh, Senin (15/2). FOTO HUMAS PEMERINTAH ACEH

BANDA ACEH (RA) – Sekda Aceh Taqwallah, menerima kunjungan kerja Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam rangka reses masa persidangan III tahun 2020-2021, di Ruang Serba Guna Kantor Gubernur Aceh, Senin (15/2).

Kedatangan para anggota DPR RI dari berbagai fraksi tersebut, bertujuan untuk monitoring pelaksanaan program-program pada Instansi/Badan mitra kerja di daerah khususnya terkait dengan penanganan pandemi covid-19, pelaksanaan vaksinasi covid 19 dan pemulihan ekonomi khususnya di Aceh.

Taqwallah, dalam sambutanya menyatakan, dalam rangka mengendalikan penularan covid-19, Taqwa menyebutkan, Pemerintah Aceh bersama Satgas Covid-19 yang didukung kabupaten/kota, dan berbagai pihak itu juga terus melakukan berbagai gerakan pencegahan, sehingga Aceh tidak sampai mengalami keadaan yang parah sebagaimana kini banyak dialami oleh provinsi lain di Indonesia.

Mulai dari GEMA (Gebrak Masker Aceh) yang dilaksanakan pada September 2020 itu melibatkan Camat di seluruh Aceh dan ASN Eselon III, gerakan itu bertujuan untuk mengedukasi tentang penerapan protokol kesehatan (Prokes) melalui kegiatan sosial masyarakat.

“Program Ini juga kita realisasikan melalui kerja sama dengan semua pihak, termasuk mengsosialisasikan ke setiap masjid, melalui khutbah-khutbah dengan menyisipkan peringatan soal Prokes,” ujar Sekda.

Kemudian, dilanjutkan dengan Gerakan Nakes Cegah COVID-19 atau Gencar pada Oktober 2020. Gerakan ini melibatkan setidaknya 38.984 orang tenaga kesehatan (Nakes) yang tersebar di seluruh Aceh.

Gerakan ini dibentuk untuk mengawal dan memantau warga yang melakukan isolasi, kemudian melacak dan menemukan warga yang bergejala dan kontak erat, lalu para tenaga kesehatan tersebut akan memberikan konsultasi mengenai covid-19.

Selanjutnya, Gerakan Aceh Aman Pangan (Gampang). Gerakan ini adalah langkah sosialisasi untuk siaga terhadap ancaman krisis pangan yang disebabkan pandemi covid-19 dengan cara memfokuskan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten/Gampong (APBK/APBG) untuk kepentingan ketahanan pangan.

Gerakan Masker Sekolah atau Gemas jilid 1 pada akhir November 2020 yang kini lanjutkan pula dengan Gemas kedua dilingkungan SD dan Min pada 20 Januari lalu.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja atau gerakan pencegah covid-19 yang dilakukan Pemerintah Aceh yang di anggap efektif dalam menekan lonjakan kasus covid-19.

Namun demikian, ia masih menyayangkan dalam kunjungannya hari ini, ia masih melihat masyarakat Aceh khsusnya di Banda Aceh masih tidak menggunakan masker.

Maka itu, melalui kunjungannya tersebut, diharapkan Pemerintah Aceh dapat memberikan masukan serta mendiskusikan segala kendala dalam pelaksanaan pencegahan covid-19.
Pertemuan tersebut menerapkan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, serta membatasi tamu undangan. (ril/ra)