Bocah Seulimum Meninggal Tertembak Peluru Nyasar

Kapolres Aceh Besar AKBP Riki Kurniawan bersama Kasat Reskrim Iptu Zeska Julian dan Kasubag Humas Iptu Ibrahim dalam Konferensi Pers di Mapolres setempat, Kota Jantho, Rabu (17/2). TARMIZI YUSUF / RAKYAT ACEH

SEULIMUM (RA) – Bocah YS (9) warga Gampong Blang Tingkeum Kecamatan Seulimum Aceh Besar meninggal dunia akibat terkena peluru nyasar senapan angin milik tersangka Zul (39) warga gampong yang sama.

Korban menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju rujukan ke rumah sakit, setelah peluru caliber 4,5 mm menembus pipi kanan dan bersarang di kepala.

Kapolres Aceh Besar AKBP Riki Kurniawan melalui Kasat Reskrim Iptu Zeska Julian Taruna Wijaya, menjelaskan kejadiannya bermula saat tersangka Zul ingin mengujicoba senapan angin (gejluk) yang baru dibelinya.

Tersangka Zul pada petugas mengatakan, Jumat (22/1) lalu sekitar pukul pukul 15.00 wib, setelah mengambil senjata dari rumah orang tuanya, tersangkja Zul menguji coba senapan itu di belakang rumahnya degan sasaran tembak batang belimbing yang berjarak 7 meter dari pintu belakang rumahnya.

“Setelah senapan diisi peluru, tersangka Zul membuka pintu dapur belakang rumahnya dan menyandarkan senapannya di kosen pintu agar tidak goyang dan mudah untuk membidik, lalu ditembakkan ke arah batang belimbing yang menjadi sasaran bidiknya,” sebut Iptu Zeska dalam Konferensi Pers di Mapolres Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (17/2).

Saat tersangka Zul menembakkan senapannya, sambung Zeska, korban YS bersama teman-teman sebayanya sedang bermain kejar-kejaran di belakang rumah tersagka Zul yang juga merupakan halaman depan rumah korban.

“Saat itu korban terjatuh dalam kondisi telungkup, dan tersangka Zul berpikir korban tersandung batu dan mencoba menolong. Namun saat itulah dia melihat banyak darah di muka bagian kanan korban.

“Zul menggendong korban membawa ke Puskesmas dengan dibantu salah seorang warga lainnya dengan sepeda motor,” ujar Zeska.

Karena proyektil pelurunya bersarang di kepala, tambah Zeska, pihak Puskesmas Lamteuba, tempat korban diberi pertolongan pertama, menyarakan untuk dirujuk ke rumah sakit.

“Kemudian pihak Puskesmas menyarankan agar korban YS agar segera di rujuk ke RSUZA Banda Aceh. dan pada saat dalam perjalanan, korban YS meninggal dunia,” ucap Zeska di hadapan awak media.

Akibat perbuatannya, tersangka Zul dikenakan Pasal 359 KUH Pidana Jo Pasal 1 ayat 1 Undang-undang (UU) Darurat Nomor 12 Tahun 1951, yaitu Tindak Pidana Kealpaan yang menyebabkan matinya orang dan penyalahgunaan senjata api/ senapan angin.

“Terhadap Pasal 359 diancam dengan hukuman penjara paling lama maksimal 5 tahun dan minimal 1 tahun kurungan. Dan terhadap Pasal 1 ayat 1 UU nomor 12 tahun 1951, diancam dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun,” rinci Zeska.

Zeska menghimbau masyarakat untuk tidak menggunakan senapan angin sembarangan. Berdasarkan ketentuan, sebutnya, senapan angin juga termasuk ke dalam jenis senjata api. Untuk dapat memiliki dan menggunakannya seseorag harus memenuhi syarat-syarat tertentu dan penggunaannyapun hanya boleh di lokasi latihan, pertandingan dan berburu.

“Karena digolongkan sebagai senjata api, sanksi penyalahgunaan senapan angin sama dengan sanksi penyalahgunaan senjata api pada umumnya,” pungkas Kasat Reskrim Zeska Julian. (tar/min)