Lebah Madu Tingkatkan Produktivitas Kopi

Trainer dari Boemi Madu Medan, Azhmad Azhari menunjukkan ratu lebah madu dalam acara pelatihan di Desa Wer Tingkem, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah. MASHURI/RAKYAT ACEH

REDELONG (RA) – Selain meningkatkan perekonomian petani, lebah madu juga mampu mendorong peningkatan produktivitas kopi sebesar 20-30 persen dengan cara penyerbukan.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Azhari, fasilitator kegiatan dari Boemi Madu Medan, pada acara pelatihan budidaya lebah madu berbasis pertanian kopi yang digelar di Desa Wer Tingkem, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah.

Sebutnya, lebah madu memberi peran besar dalam proses pembuahan kopi sementara madunya sendiri bisa menjadi tambahan pendapatan bagi petani. “Madu yang bersumber dari kopi juga memiliki nilai yang lebih tinggi, sangat baik untuk kesehatan,” ungkapnya.

Menurutnya, madu Kopi mempunyai khasiat khusus antara lain mengatasi insomnia, mengatasi gelisah dan stress serta memperlancar sirkulasi darah. ”Konsep perkebunan terintegrasi atau terpadu merupakan salah satu solusi bagi peningkatan ekonomi petani dan akan mendorong petani untuk menerapkan pola perawatan berbasis organik pada kebunnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebun organik lebih disukai oleh lebah. ”Hubungan saling menguntungkan pada ekosistem, tanaman kopi menyediakan nektar dan polen sebagai pakan lebah guna menghasilkan madu berkualitas, sementara lebah berfungsi proses penyerbukan untuk meningkatkan produktivitas kopi,” jelasnya.

Ia menjelaskan lebah yang dibudidayakan adalah jenis Apis Cerana sebab spesies ini yang dominan terdapat di perkebunan kopi, produktif dan mudah untuk diternakkan.

Direktur Utama PT SVGY, Bella Fajar Ramadhan, didampingi Direktur Husor Boy Dabutar, usai pelatihan mengatakan, perkebunan terintegrasi merupakan salah satu pilihan baik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani kopi.

“Budidaya lebah madu juga merupakan bagian dari upaya menjaga ekosistem alami bagi kebun. Di sisi lain, madunya bisa menjadi penghasilan tambahan bagi petani dan ini merupakan potensi besar yang bisa dilakukan secara masif di perkebunan-perkebunan di Gayo,” sebutnya. (uri/bai)