AMM – SAKA Demo Kantor BPN Perwakilan Aceh

Muzir Maha saat menyampaikan orasi di depan kantor BPN Perwakilan Aceh. For Rakyat Aceh.

Harianrakyataceh.com – Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sada Kata (AMM – SAKA) menyambangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Perwakilan Aceh, Kamis (18/2) di Banda Aceh.

Kedatangan mahasiswa itu untuk mempertanyakan status izin perkebunan HGU PT Laot Bangko yang telah habis masa izin HGU pada tanggal 31 Desember 2019 lalu serta hak dan kewajibannya.

Muzir dalam orasinya mengatakan perusahaan PT Laot Bangko masih beroperasi sampai saat ini, padahal menurutnya izin perusahaan tersebut telah berkahir. Muzir menegaskan agar aktivitas perusahaan diberhentikan sementara menunggu terbitnya izin HGU perusahaan tersebut.

“Jangan ada permainan antar perusahaan dan pemerintah, semua harus transparan, agar kita tidak memelihara mafia HGU yang dapat merugikan masyarakat setempat,” pungkas Muzir.

Sementara itu korlap aksi AMM SAKA yang bertemakan Lock Downkan PT Laot Bangko meneriakan banyak masyarakat yang tertindas akibat belum selesainya ganti rugi lahan.

Sambungnya lagi perusahaan PT Laot Bangko melakukan penggarapan hingga ke daerah aliran sungai dan itu bertentangan dengan Undang-undang sesuai peraturan pemerintah nomor 37 tahun 2012 tentang pengelolaan DAS.

“Selama 30 tahun berdiri perusahaan PT Laot Bangko belum juga merealisasikan kebun plasma bagi masyarakat sekitar. Padahal itu adalah kewajiban perusahaan,” ungkapnya.

Usai melakukan orasi selama 30 menit, masa pun di undang audiensi di lobi gedung BPN bersama Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Aceh (lim/rus).

Ket foto : Muzir Maha saat menyampaikan orasi di depan kantor BPN Perwakilan Aceh. For Rakyat Aceh.