Zulfiati Merindukan Anaknya Perakit Senjata

Drone hasil buatan RFR yang diperlihatkan Zulfiati (41) ibu kandungnya. Rakyat Aceh/Hendra

Harianrakyataceh.com – RFR (25) Pemuda berprestasi yang sebelumnya diciduk Polisi akibat merakit senjata api laras panjang merupakan pemuda berprestasi mampu menciptakan Drone.

Ia merupakan lulusan Ahli Madia Teknik Mesin yang berdomilisi di Dusun Bate Tutong, Gampong Panton Makmur, Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya.

Informasi yang dihimpun Harian Rakyat Aceh, RFR (25), merupakan siswa berprestasi di SMK Negeri Calang, sempat memperoleh juara 1 dan 2 LKS Tingkat Provinsi Aceh.
Selain itu, RFR (25), telah mampu menciptakan Drone serta Robot yang sempat dipamerkan di HUT Aceh Jaya tahun lalu.

“Memang anaknya selalu penasaran melakukan hal-hal baru,” akui Zulfiati (41) ibu kandung RFR, Rabu (17/2).

Sebelum ditanggkap polisi anak saya sudah menjual dua unit motor membuat tempat untuk uji coba pengelolaan emas agar kadar emas dapat di ambil seratus persen emasnya.

Kata Ati, saat dilakukan penangkapan oleh pihak kepolisian, tempat pengelolaan emas tersebut baru saja selesai, belum sempat dipergunakan.

RFR selain mampu menciptakan drone dan robot,mampu membuat sabun kecantikan, serta berbagai jenis obat herbal yang memang masih dalam pengurusan BPPOM.

Berbagai ilmu yang dipelajari memang kerap belajar di internet maupun Youtube, dan selama ini dirinya baik-baik saja tidak bernah melakukan hal-hal yang melanggar.

“Selama ini anak saya bukan orang yang tertutup sangat terbuka dengan keluarga, namun keterkaitan perakitan senjata api memang itu tampa sepengetahuan keluarga,” katanya.

Ia berharap kepada Bapak Kapolda Aceh, Bapak Kapolres Aceh Jaya, untuk membina anaknya, Kalau bisa anaknya dibebaskan hukum.

Secara terpisah, Keuchik Gampong Panton Makmur, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Achliuddin Kepada Rakyat Aceh, menceritakan bahwa sosok RFR merupakan pria yang mandiri serta baik tidak pernah bermasalah

“Dia itu sibuk sendiri dengan bisnisnya, selain mengerjakan peralatan pesanan orang sana sini dia juga ada jual-jual obat herbal dan setahu saya dia juga belum pernah berbuat rusuh di kampung ini,” kata Keuchik Achliuddin.

Sebagaimana sebelumnya, Kapolres Aceh Jaya, AKBP Harlan Amir S.Ag., M.H, turut Rdidampingi Kasat Reskrim, AKP Miftahuda Dizha Fazeuono S.I.K, saat konferensi Pers di mapolres setempat, dirinya mengungkapkan, dalam pengunggkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat pada tanggal 10 Februari 2021 tepat pukul 16.30 Wib.

Satuan Reskrim bergerak untuk menelusuri terkait pengolahan emas yang menggunakan penggunaan karbon aktif. Saat melakukan pendalaman ke TKP yang dituju, Kasat Reskrim bersama anggota saat melakukan penggerebekan menemukan sepucuk senjata api rakitan larang panjang yang dilengkapi peredam rakitan, 2 butir amunisi aktif kaliber 5,56 (hen/rus).