Dana Belum Jelas, Puluhan Ribu Ton Padi Milik Petani Menumpuk

Warga perhatikan buah padi milik petani Desa Sebbe, Kecamatan Simeulue Tengah, program Humasa Sebel - Khumaha Heba Jilid I tahun 2020 lalu. Rakyat Aceh/Ahmadi

SIMEULUE (RA) – Puluhan ribu ton Gabah Kering Panen (GKP) padi milik petani di 10 Kecamatan dalam Kabupaten Simeulue, hingga saat ini belum tertampung dan menumpuk serta dikhawatirkan terancam rusak dan membusuk

Pasalnya sekitar 31.503 ton lebih GKP padi milik petani, hasil panen raya program Humasa Sebel – Khumaha Heba tahun 2020 lalu itu, yang saat ini masih menumpuk disebabkan belum ada kejelasannya dana yang disediakan sekitar 800 juta oleh pihak Pemerintah Kabupaten Simeulue.

Data yang diterima Harian Rakyat Aceh dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten Simeulue, Rabu (17/2), yakni GKP padi milik petani dari 31.503 ton, yang terealisasi dan tertampung dengan dana yang ada, hanya sekitar 33,6 ton atau dengan presentasi sekitar 0,1 persen.

“Saat ini baru 33,6 ton GKP padi milik petani yang tertampung dari hasil produksi GKP padi hasil panen sebanyak 31.503 ton GKP padi. Dan saat ini untuk menampung GKP padi milik petani yang tersebar di 10 Kecamatan itu, sedang diupayakan oleh Pemerintah kita,” kata Alima SP, Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian setempat, Rabu (17/2).

Sementara Bupati Simeulue Erli Hasim, yang ditemui Harian Rakyat Aceh, Rabu (17/2) menyampaikan, akan tertampung disebabkan APBK sudah selesai.

“Kita berharap petani bersabar dan saat ini banyak kali petani yang antri menjual padinya. kebetulan Kadistan baru sampai di Simeulue, kita panggil untuk cari solusi percepatan pembelian padi, yang jelas itu sudah pasti pemerintah yang beli, dan barusan juga Baitul Mall akan membeli 2.000 goni beras,” katanya.

“Betul saya, kades dan ketua kelompok, tiap hari mendapat keluhan dan pertanyaan dari para petani kita, kapan padinya dibeli oleh Pemerintah,” kata Heri Riswanto, Camat Simeulue Tengah, kepada Harian Rakyat Aceh, Kamis (18/2).

Keluhan senada juga disampaikan Jaswir, Camat Simeulue Barat, kepada Harian Rakyat Aceh, Kamis (18/2) mengatakan, saat ini saja ada terkumpul lebih dari 200 ton padi milik petani pihaknya berharap ada solusinya dari Dinas Pertanian untuk menampung padi itu.

“Dan kami di kecamatan dan desa hanya bisa meminta petani untuk bersabar,” katanya.
Menanggapi keluhan dari petani, yang saat ini belum ada kejelasan pembelian hasil panen padinya tahun 2020 lalu, sementara untuk program Humasa Sebel – Khumaha Heba Jilid II tahun 2021, secara serentak sudah mulai dilaksanakan, sehingga dengan munculnya persoalan belum tertampungnya puluhan ribu ton padi, dikhawatirkan akan menimbulkan kekecewaan dan memadamkan semangat para petani.

“Ini harus secepatnya dilakukan tindakan serius dan direalisasikan oleh pihak Dinas Pertanian Kabupaten Simeulue, untuk menanggapi keluhan petani, karena padinya yang perna dijanjikan akan dtampung oleh Pemerintah dan telah disediakan anggarannya oleh Pemerintah. Jangan sampai padam semangat petani dalam program Humasa Sebel – Khumaha Heba Jilid II tahun 2021,” kata Jul Akmal didampingi Rita Diana, Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue Bidang Perekonomian, yang ditemui Harian Rakyat Aceh di ruang kerjanya, Kamis (18/2).

Dia juga meminta kepada petani dan masyarakat, untuk dapat memahami bahwa penggunaan dana yang bersumber dari uang negara itu, harus sesuai regulasi dan aturan resmi yang berlaku, namun berharap petani tetap bersabar dan tetap beraktifitas untuk mengeloh lahan pertaniannya.

“Harus cepat dan jelas serta pastikan solusinya, jangan mengecewakan petani, sudah banyak keluhan yang kita terima,” tegas Rita Diana, Anggota DPRK Simeulue, Komisi B. (ahi/rus).