Kalapas Narkotika Langsa Diteror Granat

Tim Jihandak Kompi Brimob Polda Aceh Batalyon Aramiah mengamankan granat yang diletakan di bawah mobil dinas Kalapas Kelas II B Narkotika Langsa, Kamis (18/2). (bahtiar/rakyat aceh)

LANGSA (RA) – Kepala Lembaga pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Narkotika Langsa, Herman Anwar, diteror dengan satu unit granat jenis nanas oleh orang tidak di kenal (OTK) di rumah dinasnya Dusun Rahmat, Gampong Sungai Lueng, Kecamatan Langsa Timur, Kamis (18/2).

Terror sempat menghebohkan warga setempat dan pihak Lapas Narkotika Langsa, dilakukan dengan cara menempatkan granat tangan jenis nanas yang telah dicabut pen pengaman serta mengikat pemicu ledakan dengan karet gelang. Granat terletak di bawah ban belakang sebelah kiri mobil dinas Kalapas yang parkir di garasi rumah dinasnya.

Diduga tersangka sengaja menempatkan granat tersebut di bawah ban belakang, agar saat mobil dinas Kalapas mundur dari garasi melindas granat dan memutuskan ikatan karet gelang serta akan memicu ledakan.

Namun, untungnya hal tersebut tidak terjadi, karena Kalapas terlebih dahulu menemukan granat tersebut sehingga tidak mengeluarkan mobil dinasnya dan langsung menghubungi pihak kepolisian.

Kepada Rakyat Aceh, Kalapas Kelas II B Narkotika Langsa, Herman Anwar mengatakan, dirinya mengetahui ada granat di bawah ban belakang sebelah kiri mobil dinasnya saat hendak berangkat ke Lapas Kelas II B Narkotika. Dia membatalkan rencana ke kantor dan menunggu pihak kepolisian yang telah dihubungi untuk mengamankan granat dimaksud.

“Saya tahu ada granat di bawah ban belakang mobil dinas sekira pukul 7.20 Wib, saat saya akan ke kantor seperti biasa. Saat itu juga saya kabari anggota Lapas dan melaporkannya ke Polsek Langsa Timur yang langsung direspon dengan mengamankan lokasi agar tidak didekati warga,” sebut Herman.

Disinggung dugaan motif pelaku atau tanda-tanda keanehan sebelum terror granat, Kalapas menegaskan selama ini tidak pernah mengalami hal-hal aneh atau terror dalam bentuk apapun. Bahkan malam hari sebelum ditemukannya granat tersebut, suasana lingkungan rumah dinasnya aman dan tenang seperti biasa.

“Bahkan sekitar jam 04.00 Wib dini hari tadi saya bangun makan sahur, karena hari ini saya puasa, tapi Alhamdulillah tidak ada tanda-tanda apapun diluar rumah,” sebut Herman yang selama ini tinggal sendiri di rumah dinasnya seraya menambahkan, menyerahkan perkara ini sepenuhnya kepada pihak penyidik Polri.

Sementara itu Kapolres Langsa AKBP. Agung Kanigoro Nusantoro, SIK yang langsung datang ke lokasi mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lanjut terkait terror granat tersebut. Selain itu pihaknya juga akan berkoordinasi dan menunggu arahan dari Polda Aceh tentang langkah yang akan diambil.

“Terkait dengan kondisi granat, menurut tim jihandak Brimob Aramiah yang telah mengamankan barang bukti tadi, diduga masih aktif,” sebut Kapolres seraya menambahkan, barang bukti granat tersebut kini diamankan di Mako Brimob Aramiah.

Pantauan Rakyat Aceh, paska diketahui adanya granat tangan jenis nanas di bawah mobil dinas Kalapas Kelas II B Narkotika Langsa, pihak kepolisian Polres Langsa langsung mengamankan lokasi dengan policeline agar tidak didekati warga yang mulai memadati area.

Selanjutnya, selang satu jam tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Kompi Brimob Polda Aceh Batalyon Aramiah tiba di lokasi dan langsung mengamankan barang bukti sesuai standard operasional. (dai/min)