Luput dari Perhatian, Rumah Warga Blang Rambong Nyaris Tumbang

BIREUEN (RA) – Rumah warga di Dusun Cot Krut, Desa Blang Rambong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, nyaris tumbang.

Rumah berdinding tepas beralaskan tanah tersebut, terlihat beberapa bagian penyangga yang terbuat dari kayu dengan kondisi sudah lapuk, hanya tinggal menunggu waktu diperkirakan akan merata dengan tanah.

Pemilik rumah, Khalidin (36) yang berprofesi sebagai tukang ojek di Bireuen mengatakan, sudah beberapa kali diajukan pembangunan, baik ke Pemerintah Desa (Pemdes) hingga ke Dinas Sosial, namun belum pernah ada kabar di tindaklanjut.

“Saya sudah usulkan ke Dinas Sosial agar mendapat bantuan. Namun, sampai saat ini belum ada respon. saya juga tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah selain bantuan BLT DD tahun 2020,” ujarnya.

Ia mengaku, sudah 4 tahun tinggal bersama keluarga, namun tidak pernah tersentuh program bantuan pemerintah baik itu Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT). Hanya bantuan sembako Covid-19 dan Biaya Langsung Tunai (BLT) saja yang diterima.

“Saya juga pernah mengajukan secara langsung kepada Keuchik (Kades) setempat, namun belum bisa di bantu mengingat anggaran DD tahun 2020 sudah terkuras untuk penanganan Covid-19 melalui program BLT,” sebut Khalidin.

“Kami tidak mengimpikan rumah mewah dari pemerintah, yang kami butuhkan hanya tempat berteduh walau hanya sekedar bantuan rumah kayu kecil berbalut triplek. Apalagi kondisi rumah kami sekarang tinggal menghitung jam untuk ambruk ke tanah. Kalau di guyur hujan deras, kami tidak bisa tidur karena air masuk kedalam,” keluh istri Khalidin, Aisyah dengan penuh harapan.

Ayah mertua korban, M Yusuf Yakop (65) juga menjelaskan kepada wartawan di lokasi, jika Pemdes Blang Rambong hendak membantu merehab rumah menantunya, mereka bersedia memberikan lahan untuk pembangunan rumah, tetapi tidak dalam bentuk permanen. karena status tanah masih milik keluarga.

“Saya bantu memberikan izin (hak pakai) kepada Khalidin, mengingat kondisi perekonomian keluarganya yang belum berkemampuan,” jelas Yusuf yang turut di setujui istrinya, Zuraida Abdullah (49).

Sementara Keuchik Blang Rambong Fakhrizal ST saat disambangi awak media Kamis (18/2) mengatakan, terkait kondisi rumah Khalidin yang tidak layak huni, pihaknya akan sesegera mungkin menggelar rapat terbatas dengan perangkat desa.

“kondisi rumah Khalidin memang memprihatinkan, bahkan statusnya harus bangun baru, sudah tidak layak untuk direhab. Namun, segala sesuatu yang kita lakukan harus dari keputusan musyawarah,” jelas Kades.

Saat dikonfirmasi Rakyat Aceh Jumat (19/2), Kepala Dinas Sosial Bireuen Mulyadi, SE.,MM membenarkan bahwa Khalidin sudah pernah ke kantor meminta dibangun rumah. Namun atas dasar ketentuan berlaku, pembangunan rumah tidak layak huni bukan kewenangan Dinas Sosial lagi, sudah di bawah koordinir Dinas Pekerjaan Umum Pengairan.

“Benar bahwa pemilik rumah sudah pernah menjumpai saya, dan ia meminta untuk di bangun atau di rehab rumahnya. Namun saya menyarankan kepadanya agar mencari lahan terlebih dulu, karena ketentuan di berikan rumah bantuan harus ada tanah,” sebut Mulyadi.

Jika sudah ada lahan, sebutnya, pemilik rumah bisa langsung koordinasi dengan dinas terkait, supaya bisa di tindaklanjuti. (akh)