Agustam Effendi memperlihatkan surat yang akan dilayangkan ke Polda Aceh. Meulaboh, Minggu (21/2).

Meulaboh – Kasus kerusuhan Pendapa Bupati Aceh Barat terus bergulir. Sebelumnya, tiga saksi buka suara. Kini mendadak Agustam Effendi yang lantang beberkan duduk persoalan sesuai versinya, baik lisan maupun melayangkan surat resmi kepada aparat Kepolisian.

Agustam Effendi alias Tgk. Wayla, pria berdomisili dari kota Langsa. Ia mengaku sebagai perwakilan Aceh Jurnal Bayangkara News, merupakan orang pertama memperoleh kuasa dari Akrim untuk melakukan klarifikasi dugaan hutang-piutang yang digadangkan menyeret H. Ramli MS, Bupati Aceh Barat.

“Tapi setelah saya investigasi dan klarifikasi kesana-kemari, ternyata yang berhutang itu bukan Ramli MS, melainkan Rawon alias Idrus. Makanya terakhir saya tidak mau lagi mengikutinya setelah tahu kebenaran,” ungkap Tgk. Wayla, Minggu (21/2) di Meulaboh.

Terakhir, ia mengaku terkejut ketika mendapat kabar Zahidin alias Tgk. Janggot Cs tiba-tiba mendatangi pendapa untuk menagih hutang kepada Bupati Aceh Barat Ramli MS.

“Yang saya keberatan, kehadiran mereka di pendapa malah membawa-bawa logo ‘Jurnal Bayangkara News’. Itu perbuatan melanggar hukum karena tanpa sepengetahuan lembaga kami,” ucap Tgk. Wayla.

Sehingga ia berkomitmen akan terus mempelajari kasus tersebut dengan melakukan investigasi secara mendalam. “Ini saya pelajari dulu, tapi tidak tertutup kemungkinan bisa juga mempolisikan Tgk Janggot Cs karena telah membawa-bawa logo kami saat menagih hutang,” ancamnya.

Ia mengaku sangat paham benar duduk persoalan kasus kerusuhan di pendapa Bupati Aceh Barat. Lantaran dirinya merupakan orang pertama yang menerima surat kuasa dari Akrim untuk melakukan telaah terhadap kebenaran hutang-piutang tersebut.

Malahan, sambung Tgk Wayla, yang juga merupakan sahabat Akrim, Tgk Janggot Cs sampai melakukan tindakan mengacau di pendapa, sampai terkesan ada upaya mengancam dan memeras Bupati Aceh Barat Ramli MS agar mengakui dan melunasi hutang tersebut.

“Menurut saya, itu memang sengaja dilakukan supaya membikin malu Bupati Aceh Barat Ramli MS. Sutradaranya saudara Akrim dan pelakunya Tgk Janggot Cs,” bebernya.

Selain memberikan statement sesuai versinya, Tgk. Woyla juga melayangkan surat secara resmi terkait fakta-fakta temuannya, tentang kebenaran dalam kasus tersebut, kepada aparat Kepolisian.

“Ada beberapa poin yang menurut saya fakta untuk mengungkapkan kebenaran dalam kasus pendapa ini. Semoga dapat menjadi pertimbangan aparat Kepolisian,” harapnya.

Ia menginginkan proses hukum dapat berjalan sesuai aturan berlaku, sehingga pelaku yang salah di hukum dan yang benar dapat dilindungi.

“Biar ada kepastian hukum terhadap Ramli MS maupun Tgk Janggot terkait kasus kisruh di pendapa Bupati Aceh Barat,” terangnya.

Terpisah, Kuasa hukum Tgk. Janggot, Zulkifli SH, melalui saluran telpon, merespon, komentar Tgk Wayla, malah mempersilahkan mempolisikan kliennya. “Namun faktanya Tgk Janggot memiliki kuasa sendiri dari saudara Akrim untuk datang ke pendapa Bupati Aceh Barat,” jawabnya.

Zulkifli juga menjelaskan, jika kehadiran Tgk Janggot di pendapa bukan menagih hutang, melainkan sebagai upaya klarifikasi tentang kebenaran hutang tersebut.

Kasus ini, sambung Zulkifli, merupakan delik aduan dugaan tindakan penganiayaan yang dialami Tgk Janggot, “Jadi pak Polisi tolong fokus dengan dugaan penganiayaan itulah,” pintanya, singkat.

Sebagai informasi, dalam kasus kerusuhan di pendapa Bupati Aceh Barat, aparat Kepolisian telah menetapkan tiga tersangka yakni Zahidin alias Tgk Janggot, Akrim, dan Azis, atas dugaan tindakan pidana dugaan pemerasan dan pencemaran nama baik Bupati Aceh Barat, H. Ramli MS.(den)