Karhutla di Aceh Selatan tepatnya di Gampong Ujung Padang dan Padang Beurahan Kecamatan Bakongan, Kemudian Gampong Keude Trumon, Kecamatan Trumon, belum berhasil di padamkan, Senin, (22/2). For Rakyat Aceh

TAPAKTUAN (RA) – Musim kemarin menyulitkan para pemadam untuk memadamkan puluhan hektar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kabupaten Aceh Selatan.

Camat Bakongan Isa Ansari, dikonfirmasi Rakyat Aceh, Senin (22/2), mengatakan tim gabungan BPBD-Damkar, TNI-POLRI, BKPH, BKSDA, Manggala Agni Sibolangit, TNGL, dan masyarakat masih berada di lokasi berusaha memandamkan api.

“Namun hingga hari ini kebakaran belum berhasil dipadamkan semua, ada sekitar 23 hektar lahan lagi, ” katanya.

Karhutla di Kabupaten Aceh Selatan terjadi di beberepa titik tepatnya di Gampong Ujung Padang dan Padang Beurahan Kecamatan Bakongan, kemudian Gampong Keude Trumon, Kecamatan Trumon.

“Sudah sekitar seminggu lebih petugas berada di lahan, namun api belum bisa di padamkan secara total. Musim kemarau api cepat melebar terbawa angin sehingga petugas di lapangan kewalahan menjinakan api,” terang Iza Ansari.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan Cut Syazalisma, mengatakan, untuk saat ini kebakaran lahan gambut mencapai 50 hektar.

Tim gabungan BPBD-Damkar, TNI-POLRI, BKPH, BKSDA, Manggala Agni Sibolangit, TNGL,dan Masyarakat Peduli Api, telah melakukan upaya pemadaman selama 7 hari.
Dia mejelaskan, faktor utama semakin cepatnya penyebaran api karena kondisi kemarau. Selain itu sumber air di lokasi kebakaran jauh sehingga personil kewalahan untuk mencapai titik api.

“Ditambah lagi personil pemadam kebakaran harus kita bagi karena ada 7 titik panas terpantau masing-masing 4 titik di Trumon dan 3 titik di Kecamatan Bakongan,” jelasnya.
Pemerintah Aceh Selatan melalui BPBD akan melakukan Koordinasi (RAKOR) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Mapolres Aceh Selatan, Senin, (22/2) untuk melakukan evaluasi dan mengatur rencana opersai selanjutnya.

“Kita terus imbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan perbekunan. Apalagi saat cuaca kemarau sangat rentan membuat api dan tak terkendalikan seperti kita rasakan sekarang,” ujarnya.

Berdasarkan data dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara, terpantau 14 titik panas di Aceh dan terbanyak di Aceh Selatan. (yat/min)