KPBC Langsa Amankan 103 Karung Bawang Merah Ilegal

Barang bukti bawang merah illegal hasil penindakan bea cukai Langsa, Senin (22/2). BAHTIAR HUSIN/RAKYAT ACEH

LANGSA (RA) – Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Kota Langsa, berhasil mengamankan 103 karung bawang merah illegal asal Thailand, yang coba diseludupkan ke wilayah Kota Langsa dan Aceh Tamiang, Senin (22/2).

Kepala KPBC Langsa, Tri Hartana mengatakan, pengungkapan dugaan penyeludupan bawang merah illegal ini berawal dari informasi masyarakat, bahwa pada Sabtu (20/2) sekira pukul 07.00 Wib ada aktifitas bongkar barang inpor bawang merah yang berasal dari luar Kawasan pabean di wilayah Sungai Kuruk, Aceh Tamiang.

“Selanjutnya tim melakukan pendalaman informasi tersebut, dan akhirnya didapatkan informasi adanya 1 mobil L-300 terparkir di salah satu rumah yang dicurigai sebagai tempat penimbunan bawang tersebut. Setelah tim memastikan bawang impor tersebut akan dibawah ke Kota Langsa, tim langsung melakukan pengejaran dan memberhentikannya di sekitar wilayah Tanah Merah, Desa Pantai Balai, Kecamatan Seruwai, Aceh Tamiang,” sebut Hartana.

Dijelaskannya, dari hasil pemeriksaan diketahui mobil mengangkut bawang merah yang diimpor tanpa dilengkapi dengan dokumen kepabenan. Atas pelanggaran tersebut pelaku bersama barang hasil penindakan diamankan ke kantor Bea Cukai Langsa.

Tambahnya, sanksi hukum terhadap tindak pidana penyelundupan barang impor tersebut diatur dalam Pasal 102 huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan, dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 Milyar.

“Saat ini barang bukti dan pelaku masih diamankan di KPBC Langsa untuk penyidikan lebih lanjut,” demikian Hartana. (dai/bai)