YARA Desak Kapolda Aceh Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Aceh Selatan

Miswar, SH

Harianrakyataceh.com – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Selatan, Miswar, SH, meminta  Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada melakukan penertiban terhadap praktek tambang emas ilegal di Aceh Selatan.

Bahkan parahnya lagi menurutnya, hasil tambang masih berupa tanah sudah tiga hari menumpuk di lokasi Kantor Unit Pelabuhan Tapaktuan, Aceh Selatan. Hal itu, kata Miswar, hasil tambang tersebut akan dilakukan pengangkutan melalui jalur laut.

“Kami meminta, Kapolda Aceh, Wahyu Widada, agar memproses hukum terkait penimbun hasil tambang emas dan pemodal yang sudah beberapa hari dipelabuhan Tapaktuan Limbah emas tersebut,” ucap Miswar, Selasa (23/2).

Ia menduga, pihak pemodal limbah emas tersebut sudah melakukan pelecehan terhadap aparat penegak hukum di Aceh Selatan.

Dimana, kata Miswar, barang bukti dua unit truk Kontainer juga membawa hasil tambang emas ilegal masih berada di lokasi di pelabuhan Tapaktuan, sudah ada pihak lain yang berani mengangkut lewat pelabuhan yang sama.

Menurutnya, limbah emas dipelabuhan Aceh Tapaktuan, Aceh Selatan, diduga, tidak ada izin yang sudah melanggar Pasal 161 Undang Undang No 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Undang Undang No 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara,” ucap Miswar. Daerah di rugikan akibat tidak ada kewajiban pajak dan retribusi lain.

Oleh karena itu, kami berharap, Bupati Aceh Selatan, agar menertipkan penimbunan atau pengiriman limbah emas ilegal tersebut,” beber Miswar.

Kami berharap, jangan sampai pelabuhan dirusak oleh orang -orang yang tidak Bertanggung jawab dan ini sudah menjadi kewajiban Pemerintah Daerah dan aparat keamanan di Aceh Selatan jangan sampai pelabuhan tersebut digunakan tidak sesuai dengan undang undang dan prosedur yang ada,” tutupnya Miswar, SH, YARA Perwakilan Aceh Selatan. (ra)