Aliansi Masyarakat Pesisir Ingin Jumpa Direktur Utama Mifa

Karyawan PT Mifa Bersaudara saat menggelar pertemuan dengan aliansi tokoh masyarakat pesisir Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Perbatasan Nagan Raya, Selasa (23/2). For Rakyat Aceh

Harianrakyataceh.com – Perusahaan Tambang PT Mifa Bersaudara menggelar audiensi bersama aliansi tokoh masyarakat pesisir, demi membahas persoalan dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi di daerah mereka, Rabu (23/2).

Audiensi yang diadakan pada salah satu cafe di kawasan Nagan Raya tersebut, dihadiri perwakilan PT Mifa Bersaudara beserta tokoh masyarakat pesisir Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Terdiri dari Lembaga Panglima Laot Lhok Meureubo, Panglima Laot Lhok Langung, Para Kepala Desa wilayah pesisir, tokoh masyarakat adat, beserta tokoh perwakilan nelayan Aceh Barat.

Jubir Aliansi Tokoh Masyarakat Pesisir, Azhari Rachman, mengaku proses audiensi sempat memanas, hingga berujung lahirnya ultimatum dari Aliansi Tokoh Masyarakat Pesisir terhadap perusahaan tambang batubara PT Mifa Bersaudara.

“Kami memberi waktu tujuh hari kepada karyawan PT Mifa yang hadir dalam audiensi ini untuk menghadirkan Direktur Utama Mifa secara langsung di hadapan masyarakat,” ultimatum Azhari.

Dengan tegas, ia mengaku tidak ingin membuang waktu dengan buaian yang disampaikan karyawan biasa dari perusahaan tambang.

“Kalau jumpa dengan karyawan biasa, sama juga, tidak mampu melahirkan solusi terhadap masalah lingkungan yang kami hadapi,” ucap Azhari.

Bahkan, ia juga mengancam jika permintaan masyarakat pesisir tidak direspon oleh perusahaan dalam kurun waktu sepekan, maka jangan salahkan masyarakat, kalau nantinya ada penduduk setempat yang terpaksa mengambil tindakan sendiri-sendiri.

“Kami yang dari tokoh masih ingin meredam warga dengan tampil memberikan ruang terhadap persoalan ini, agar diselesaikan secara baik.  Makanya yang jumpa dengan kami itu, harus Direktur Utama PT. Mifa Bersaudara, bukan karyawan biasa,” tutup Azhari(den/rus)