ISMI Ingin Gabah Petani Dibeli Tinggi

Harianrakyataceh.com – Harga pembelian gabah menurun menjelang musim panen raya rendengan, hal ini sangat dirugikan petani.

Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) kabupaten Aceh Barat, Amiruddin ST, menduga ada campur tangan spekulan atau pihak tertentu yang ingin mencari keuntungan lebih.

“Dari 12 kecamatan di Aceh Barat, baru ada temuan pada dua Kecamatan, yakni Kecamatan Kaway XVI dan Kecamatan Sama Tiga,” bebernya, saat melakukan pemantauan proses panen di Kecamatan Woyla, Senin (22/2).

Sebelum memasuki musim panen rendengan tahun 2021, harga gabah milik petani stabil pada bandrol Rp 4500/Kilogram (Kg). Namun menjelang panen, mendadak menurun menjadi Rp 4100/Kg – Rp 3900/Kg.

“Kalau ceritanya seperti ini, tetap petani pada posisi yang rugi. Sedangkan Agen penampung tetap untung,” bilangnya.

Ia mengharapkan Perum Bulog Meulaboh, selaku pihak yang memiliki kewenangan atau berkompeten, dapat mengontrol kondisi terjadinya penurunan harga beli gabah milik petani.

Sehingga petani tidak secara terus-menerus menjadi korban monopoli pasar yang terindikasi diciptakan oleh pihak spekulan.

“Pemerintah harus turun tangan menangani stabilitas harga pangan. Jika harga gabah murah tentu akan berdampak pada ekonomi masyarakat tani. Apa lagi sesuai statistik Aceh termiskin di Sumatera dengan persentase 15,43 persen,” jelasnya

Jika ditelisik lebih dalam sebaran kemiskinan tersentral di pedesaan mencapai 17,96 persen.

“Kita tau bahwa pedesaan merupakan basis petani. Kehadiran pemerintah dalam menjaga harga gabah juga dapat memberi dampak pada peningkatan ekonomi,” tutup Amir. (den/rus).