Masyarakat Serambi Mekkah Pilih yang Syariah

Harianrakyataceh.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh menjadi pemateri dalam kegiatan talkshow Sosialisasi Implementasi Qanun No. 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah yang diselenggarakan oleh Biro Ekonomi Pemerintah Aceh. Kegiatan yang diselenggarakan di NA Coffe Lamteumen, Rabu (24/2).

Acara yang disiarkan secara live ini menghadirkan narasumber T Ahmad Dadek (Ketua Gugus Tugas Percepatan Konversi LKS), Prof. Nazaruddin AW., MA (Guru Besar UIN Ar-Raniry), Achris Sarwani (Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh) dan Yusri (Kepala OJK Aceh).
T Ahmad Dadek menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh memiliki komitmen yang kuat dalam menegakkan syariat Islam di Aceh di seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk ekonomi dan keuangan. Komitmen ini dituangkan di dalam RPJM Aceh dimana salah satu turunannya adalah Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Prof. Nazaruddin menyampaikan bahwa qanun LKS merupakan salah satu upaya untuk mengintegrasikan aktivitas sosial masyarakat dengan kegiatan bisnis. Qanun LKS diharapkan bisa menjadi solusi dalam menghidupkan sektor ril sehingga bisa menjadi lebih produktif.

Kepala OJK Aceh, Yusri, menyampaikan bahwa secara umum indeks literasi keuangan syariah di Aceh masih berada di atas indeks nasional. Walaupun masih harus terus ditingkatkan, Aceh sudah semestinya menjadi leading dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Dalam kesempatan dimaksud, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani, menyampaikan Indonesia, khususnya Aceh, dengan penduduk mayoritas muslim sudah seyogyanya menjadi pemain utama di dalam industri halal yang terus berkembang. Saat ini dunia internasional memiliki tren untuk beralih ke halal life style.

“Qanun LKS merupakan salah satu jawaban untuk tantangan ekonomi yang saat ini dihadapi oleh Provinsi Aceh seperti ketergantungan terhadap terhadap sisi fiskal yang masih tinggi serta permasalahan kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya.

Sebagai daerah istimewa, Bank Indonesia berharap Aceh mampu menjadi penggerak dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Semua elemen sudah seyogyanya bahu membahu dalam mensukseskan implementasi Qanun LKS, sehingga Aceh mampu mempromosikan syariat Islam sebagai rahmatan lil alamin.

Kegiatan selanjutnya adalah sesi diskusi. Para peserta sangat antusias mengajukan pertanyaan dan menyampaikan aspirasi terkait tantangan dan peluang ekonomi syariah dalam pasar modal, e-commerce, peningkatan layanan lembaga keuangan syariah dan pengembangan dunia usaha khususnya UMKM serta topik-topik ekonomi dan keuangan syariah lainnya. (ra/rus).